Berau — Tumpahan lumpur yang kembali memenuhi ruas Jalan Raya Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Berau, setiap hujan turun, kembali memantik keluhan masyarakat. Meski hujan deras kerap menjadi pemicu utama, warga menilai persoalan kiriman lumpur ini tak kunjung ditangani serius oleh Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.
Warga menyoroti bahwa anggaran pembangunan drainase yang dikucurkan hingga ratusan miliar rupiah seharusnya mampu menjawab akar persoalan, bukan sekadar menghadirkan saluran air berukuran besar tanpa solusi terhadap aliran lumpur dari kawasan perbukitan di sekitar jalan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan lumpur masih menumpuk dan membahayakan pengendara, terutama roda dua.
Pada Minggu pagi, (16/11/2025), tampak petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terlihat kembali membersihkan tumpahan lumpur yang menggenang di beberapa titik. Pembersihan rutin itu diapresiasi warga, tetapi dinilai belum menjadi solusi permanen.
“Kalau tiap hujan lumpur turun lagi, lalu hanya dibersihkan setiap lumpur datang, apa ini yang disebut penyelesaian? Kami butuh solusi jangka panjang,” ujar seorang warga Rinding yang enggan disebutkan namanya.
Sejumlah tokoh masyarakat juga angkat bicara. Mereka menilai Pemkab Berau perlu melakukan kajian lebih mendalam terkait pola aliran air dan struktur tanah di kawasan perbukitan sekitar Rinding. Menurut mereka, DPUPR harus berani mengambil terobosan yang lebih tepat sasaran, bukan sekadar proyek drainase yang belum mampu menghilangkan risiko lumpur yang dapat memicu kecelakaan kendaraan.
“Ini bukan sekadar soal estetika jalan, tetapi soal keselamatan warga. Harus ada rekayasa teknik yang benar-benar mampu menghentikan kiriman lumpur dari sumbernya,” kata salah satu tokoh masyarakat setempat.
Warga berharap pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan pembersihan pascahujan, tetapi segera merancang penanganan permanen—mulai dari pembenahan struktur tebing, normalisasi alur air, hingga rekayasa drainase yang lebih efektif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Berau terkait langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan persoalan kiriman lumpur di Jalan Raya Rinding.***
Tim DK Berau.
Redaksi.















