Berau — DerapKalimantan. Com | Gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Berau yang megah dan modern kini berdiri tegak. Namun, kondisi itu justru menjadi sorotan publik karena dianggap tidak sebanding dengan ketersediaan tenaga medis yang masih jauh dari harapan. Warga menilai, minimnya dokter umum dan dokter spesialis membuat pelayanan kesehatan di daerah ini belum maksimal.
Warga Kabupaten Berau mempertanyakan kebijakan pemerintah daerah yang dinilai hanya fokus pada pembangunan fisik gedung rumah sakit tanpa memperhatikan sumber daya manusianya. “Sayang sekali bangunan sudah megah, tetapi tenaga dokter yang melayani sangat terbatas. Akhirnya masyarakat juga yang kecewa,” ujar salah satu warga saat ditemui di Tanjung Redeb, Jumat (11/7).
Seorang pengamat sosial juga memberikan tanggapan tegas atas kondisi ini. Ia menilai pemimpin yang visioner seharusnya berani turun ke lapangan, melihat langsung kekurangan, dan mencari solusi nyata. “Pemimpin itu jangan hanya duduk di balik meja. Turunlah ke bawah, dengar keluhan rakyat, dan buat terobosan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Salah satu langkah konkret yang diusulkan publik adalah dengan menyekolahkan anak-anak Berau melalui program beasiswa kedokteran, khususnya untuk pendidikan dokter spesialis. Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di kabupaten yang memiliki 288.943 jiwa penduduk pada 2024 ini.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Berau memang sudah memiliki sekitar 21 puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan, 10 kelurahan, dan 100 kampung. Namun, jumlah tenaga medis yang bertugas di puskesmas dan rumah sakit masih belum mencukupi untuk melayani seluruh masyarakat dengan optimal.
“Undang-undang sudah mengamanatkan bahwa setiap warga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Kalau dokter dan tenaga kesehatan minim, bagaimana masyarakat bisa mendapatkan layanan itu?” tanya seorang warga lain dengan nada kecewa.
Publik juga menilai, pemerintah daerah terlalu lambat dalam mengambil terobosan untuk memastikan ketersediaan tenaga medis yang cukup di Kabupaten Berau. Warga berharap pemimpin daerah segera berbenah dengan kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan kesehatan masyarakat, bukan hanya pada pembangunan fisik semata.
Kini, masyarakat menunggu langkah nyata dari Pemkab Berau untuk menjawab persoalan ini. Harapannya, keberadaan RSUD yang baru bukan hanya menjadi simbol kemegahan, tetapi juga benar-benar menjadi pusat pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat Kabupaten Berau.****
Tim DK-RED
Bersambung. …















