Kaltara, DerapKalimantan.com —Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap dugaan hilangnya barang bukti narkotika jenis sabu seberat 12 kilogram dari ruang tahanan di lingkungan Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara).
Hal ini disampaikan oleh Michael, Ketua Cabang GMKI Tanjung Selor, yang menyebut kasus ini sebagai pukulan telak terhadap kepercayaan publik (Who) kepada institusi penegak hukum dan mencoreng komitmen negara dalam pemberantasan narkotika, khususnya di wilayah perbatasan.(5/7) .
Menurut Michael, insiden hilangnya barang bukti sabu yang kemudian disebut telah diganti dengan tawas (What), menunjukkan adanya indikasi penyimpangan serius dan sistematis dalam pengelolaan barang bukti di internal kepolisian.
“Kasus ini tidak bisa dianggap sebagai peristiwa biasa atau ulah oknum semata. Hilangnya sabu dari ruang tahanan Polda menunjukkan adanya masalah serius yang harus diusut secara transparan,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menambahkan, peristiwa ini terjadi di Polda Kalimantan Utara (Where) yang merupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia yang rawan menjadi jalur peredaran narkotika internasional. Saat aparat yang seharusnya memberantas justru lalai atau diduga terlibat, maka masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada sistem hukum.
Michael menegaskan, jika dalam kurun waktu satu minggu (When) kasus ini tidak diselesaikan secara transparan dan tuntas, GMKI akan menggelar aksi demonstrasi turun ke jalan sebagai bentuk kekecewaan. Bahkan, mereka menuntut agar Kapolda Kalimantan Utara dicopot dari jabatannya (Why) bila tidak mampu menyelesaikan persoalan ini.
“Insiden seperti ini sungguh miris, karena jika barang bukti sabu bisa hilang di tangan aparat, dampaknya sangat serius: hukum jadi lumpuh, kepercayaan publik runtuh, dan memberi ruang bagi ketidakadilan serta pelanggaran hukum yang lebih luas,” jelasnya.
Selain mendesak Kapolda Kaltara untuk menjelaskan secara terbuka, Michael juga meminta kepada Kapolri (How) untuk turun langsung memimpin penyelidikan dan mengusut tuntas dugaan permainan oknum yang sengaja menghilangkan barang bukti.
“Kami mendesak Bapak Kapolri untuk mengambil alih kasus ini dan menindak tegas anggota yang terlibat tanpa pandang bulu,” pungkas Michael.
GMKI menegaskan bahwa mereka akan selalu bersama masyarakat Kalimantan Utara dalam menuntut kebenaran dan keadilan, karena penegakan hukum yang baik, adil, dan konsisten merupakan fondasi penting bagi stabilitas sosial, pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.****
Tim DK Kaltara-RED















