Tapanuli Tengah, Sumatera Utara —** Memasuki hari ke-8 pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, jumlah korban terus bertambah. Data terbaru mencatat **86 jiwa meninggal dunia**, **99 orang masih dinyatakan hilang**, **508 warga mengalami luka-luka**, serta **7.382 penduduk terpaksa mengungsi**. Total warga terdampak mencapai **296.454 jiwa**, menjadikan peristiwa ini salah satu bencana paling besar di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
**Kondisi di Lapangan Masih Memprihatinkan**
Hingga hari kedelapan, berbagai fasilitas vital belum sepenuhnya pulih. **Aliran listrik PLN masih padam**, sementara **akses internet belum kembali normal**, sehingga komunikasi warga hanya bergantung pada koneksi terbatas dari perangkat seperti *Starlink*. Kondisi ini menghambat proses koordinasi tim penyelamat di beberapa titik bencana.
Di sisi lain, **ketersediaan BBM dan gas elpiji masih terbatas**, memperlambat mobilitas warga maupun petugas lapangan. **Jaringan air bersih PDAM** juga belum berfungsi normal sehingga distribusi air bersih harus dilakukan melalui **truk tangki**.
**Warga Sangat Membutuhkan Bantuan**
Keterisolasian sejumlah wilayah membuat banyak penyintas belum tersentuh bantuan. Sejumlah daerah yang sebelumnya terputus kini mulai dapat dijangkau, meski sebagian lokasi hanya bisa ditembus dengan **berjalan kaki**.
Kebutuhan paling mendesak meliputi:
* Makanan siap saji
* Pakaian layak
* Air minum
* Obat-obatan
* Sarana kebersihan
Para pengungsi kini tersebar di beberapa titik penampungan darurat dengan kondisi yang terbatas.
Akses menuju Tapanuli Tengah masih sulit dilalui. Jalur darat yang paling memungkinkan adalah rute **Sidikalang – Subulussalam – Aceh Singkil – Manduamas – Tapanuli Tengah**. Beberapa titik jalan masih tertutup reruntuhan material tanah dan pepohonan, yang membuat distribusi logistik membutuhkan waktu lebih lama.
Seluruh elemen pemerintahan turun langsung membantu masyarakat. Personel dari **Pemerintah Pusat, Pemprov Sumatera Utara, Pemkab Tapanuli Tengah**, serta aparat **TNI, Polri, BNPB, Basarnas, organisasi relawan, dan berbagai komunitas kemanusiaan** terus bekerja tanpa henti mengevakuasi korban, membuka akses jalan, dan mengirimkan bantuan ke titik-titik terdampak
Upaya penanganan dilakukan dengan pendekatan darurat, antara lain:
* Pencarian korban hilang menggunakan tim gabungan Basarnas–TNI–Polri
* Pengiriman logistik melalui jalur darat dan udara
* Evakuasi warga rentan dari lokasi rawan longsor susulan
* Pendataan kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian
Meskipun kondisi medan sangat sulit, tim gabungan terus berupaya mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah yang masih terisolasi.
Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah sekitar bantaran sungai dan lereng perbukitan yang masih berpotensi longsor. Intensitas hujan yang masih tinggi membuat situasi belum sepenuhnya aman.
Tim DK.















