KUKAR, KALTIM — Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan Panen Raya Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Timur di Lahan Ketahanan Pangan kawasan PT Kitadin, Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum yang mempertemukan berbagai elemen dalam satu harmoni: Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro bersama jajaran Pejabat Utama Polda Kaltim, unsur Forkopimda Provinsi dan Kabupaten, para pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, kelompok tani, hingga mahasiswa. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan
Pelaksanaan panen raya juga terhubung secara virtual dengan seluruh Polres jajaran Polda Kaltim yang secara serentak melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Keterhubungan ini menjadi simbol kesatuan langkah dan komitmen bersama dalam mendukung program strategis nasional.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim menegaskan bahwa program ketahanan pangan, khususnya pada komoditas jagung, merupakan wujud nyata kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi daerah.
> “Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kebersamaan dan kolaborasi, kita mampu menghadirkan hasil yang tidak hanya produktif, tetapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ungkap Irjen Pol Endar Priantoro.
Berdasarkan data Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri periode Januari hingga Mei 2026, Polda Kaltim telah merealisasikan penanaman jagung seluas 861,45 hektare atau 57,1 persen dari total potensi lahan 1.517,5 hektare, dengan capaian hasil panen mencapai 368,97 ton jagung.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 220,24 ton telah terserap oleh Perum Bulog, mencerminkan kesinambungan antara hasil produksi dan penyerapan yang mendukung stabilitas pangan. Sementara itu, panen serentak pada Mei 2026 di seluruh jajaran Polres mencakup luas lahan 31,25 hektare dengan proyeksi hasil 47,40 ton jagung.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran aktif 207 kelompok tani binaan Polri, di mana sebagian besar telah tumbuh menjadi pelaku usaha pertanian yang mandiri dan produktif. Hal ini menjadi bukti bahwa pendekatan kolaboratif mampu mendorong kemandirian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
> “Apa yang kita capai hari ini adalah hasil dari kebersamaan. Semangat para kelompok tani menjadi energi utama dalam menjaga keberlanjutan program ini,” tambah Kapolda.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengikuti panen raya nasional secara virtual yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kapolri.
Panen raya ini bukan sekadar hasil dari proses bertani, tetapi juga cerminan harmoni antara institusi, masyarakat, dan alam dalam membangun masa depan pangan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
Jurnalis: Hmd.
Penerbit: Marihot.














