Oleh: Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ.
Jakarta, 24 September 2025 – Indonesia tidak main-main dalam ambisinya menjadi kekuatan ekonomi dunia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara terbuka mendeklarasikan artificial intelligence (AI) sebagai senjata utama untuk mencapai target tersebut. Dalam forum yang digelar di RRI Jakarta hari ini dalam Kagama Leader Forum Series 2 #KLF3.
Airlangga dengan penuh semangat memaparkan visi Indonesia untuk melompat dari posisi ke-16 di G20 menuju empat besar dunia pada tahun 2045.
Dari Rempah, Minyak, Sawit, Hingga… AI!Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mengandalkan komoditas sebagai penggerak ekonomi. Namun, era komoditas telah usai. Kini, Indonesia harus bertransformasi menjadi negara yang berbasis sumber daya manusia unggul dan digitalisasi.
“AI adalah keniscayaan!” tegas Airlangga di hadapan ratusan peserta yang memadati Auditorium Abdurrahman Saleh. “Kalau kita ingin menyusul Jepang, Korea, dan Tiongkok, maka kuncinya ada pada SDM yang berkualitas serta transformasi digital.”
Tab X Program: Peluang Emas untuk Talenta Digital Indonesia.
Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan bahwa peluang pemanfaatan AI semakin terbuka lebar melalui Tab X Program yang telah disepakati dengan Singapura. Program ini memberikan kesempatan bagi tenaga kerja digital, lulusan perguruan tinggi, dan profesional Indonesia untuk bekerja lintas negara, mengakselerasi transfer pengetahuan dan inovasi.
“Kesempatan ini tidak hanya untuk alumni UGM, tetapi juga terbuka bagi alumni UI, ITB, dan universitas lainnya,” serunya, disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.
Sinergi Lintas Sektor: Kunci Sukses Pemanfaatan AI.
Forum tersebut juga dihadiri oleh para guru besar, akademisi, dan pemangku kepentingan lintas sektor. Mereka sepakat bahwa sinergi adalah kunci untuk memaksimalkan potensi AI. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing bangsa, tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga dalam pendidikan dan kebudayaan.
Dengan semangat membara, Airlangga menutup forum dengan sebuah pantun yang mengundang senyum hadirin. Pantun tersebut seakan menjadi simbol optimisme dan kebersamaan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Akankah AI benar-benar menjadi kunci bagi Indonesia untuk mencapai puncak dunia? Waktu yang akan menjawab.
Penulis adalah Alumni Prodi Pendidikan Dunia Usaha / Pend. Ilmu Ekonomi STKIP Purnama















