Talisayan— Aktivitas angkutan truk bermuatan tanah urug atau galian C di Kecamatan Talisayan, Kalimantan Timur, memicu kecelakaan lalu lintas yang menimpa Seorang Ibu mengalami jatuh saat Mengendarai motor di Jalan poros utama yang dilintasi kendaraan proyek kini berubah menjadi licin akibat sisa material tanah yang berjatuhan, akibatnya jalan jadi licin, saat hujan mengguyur wilayah tersebut.
Peristiwa kecelakaan terjadi baru saja dialami warga di sejumlah titik rawan, khususnya di Jalan Sultan Hasanuddin dan Jalan Raja Alam, RT 1. Warga yang melintas, baik pengendara roda dua maupun roda empat, mengalami kesulitan mengendalikan kendaraan karena kondisi jalan yang berlumpur dan minim penanganan.
Menurut keterangan warga, kondisi ini merupakan dampak langsung dari aktivitas pengangkutan tanah urug yang berlangsung intensif sejak beberapa hari terakhir. Truk-truk pengangkut disebut melintas hampir tanpa henti, membawa material dari wilayah RT 1 menuju lokasi penimbunan di RT 4.
“Kalau kering, debunya tebal sekali. Tapi kalau hujan, jadi lumpur dan sangat licin. Sudah ada yang jatuh karena tidak bisa mengerem,” ujar seorang warga setempat, Minggu.
Warga menilai, kegiatan tersebut tidak diimbangi dengan langkah mitigasi yang memadai. Tidak terlihat adanya upaya rutin seperti pembersihan jalan atau penyiraman untuk mengurangi dampak debu dan lumpur yang jatuh dari truk angkutan yang ada.
Sejumlah warga mendesak aparat setempat, termasuk pihak kepolisian sektor, untuk segera turun tangan. Mereka meminta agar aktivitas angkutan galian C ditertibkan, bahkan dihentikan sementara jika tidak memenuhi standar keselamatan dan lingkungan.
“Ini sudah membahayakan. Jangan sampai ada korban lebih parah. Harus ada tindakan tegas,” kata warga lainnya.
Warga berharap pihak pelaksana proyek segera mengambil tanggung jawab, termasuk membersihkan jalan secara berkala, membatasi muatan kendaraan, serta memastikan truk tidak menjatuhkan material di sepanjang jalur yang dilalui.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, masyarakat khawatir risiko kecelakaan akan meningkat, sekaligus memperparah keresahan publik di wilayah Talisayan.
Jurnalis DK.















