oleh: RIGO RWF
Salam Paskah untuk Saudara/i se-Nasib dan se-Perjuangan, serta seluruh Umat Tuhan diatas Tanah Air Leluhur Bangsa West Papua.
Paskah adalah bukti nyata dari cinta kasih Tuhan yang tidak terbatas kepada umat manusia.
Karena begitu besar kasih Allah kepada dunia yang fana ini, Ia rela meninggalkan takhta kemuliaan-Nya di surga dan turun ke bumi.
Ia mengambil rupa menjadi manusia yang sederhana, agar bisa merasakan langsung apa yang dirasakan oleh ciptaan-Nya.
Perjalanan Tuhan Yesus bukanlah jalan yang bertabur bunga, melainkan jalan salib yang penuh darah dan air mata.
Ia rela dihina, difitnah, dibenci, diolok-olok, dicaci maki, diteror, dipukul, dan disiksa dengan sangat kejam.
Ia dijatuhi hukuman di luar keadilan yang benar, hingga akhirnya disalibkan di bukit Golgota.
Namun, penderitaan dan kematian bukanlah akhir dari cerita.
Pada hari yang ketiga, Ia bangkit!
Kebangkitan-Nya mengalahkan maut, menghancurkan kuasa kegelapan, dan membebaskan umat manusia dari belenggu penjajahan dosa.
Inilah inti dari kemenangan sejati: **bahwa penderitaan yang dilalui dalam kebenaran tidak akan pernah sia-sia, melainkan berujung pada kebangkitan dan pembebasan.**
Konteks Paskah bagi Perjuangan Rakyat Papua Barat
Bagi para pejuang dan seluruh rakyat Papua Barat, kisah Jumat Agung hingga Minggu Paskah bukanlah sekadar cerita masa lalu, melainkan cerminan dari realitas hidup yang sedang dijalani.
Sejak tahun 1961 hingga tahun 2026 ini (sebuah rentang waktu perjuangan panjang selama 65 tahun), tanah Papua telah menjadi saksi bisu dari berbagai kejahatan dan penderitaan.
Banyak rakyat yang mengalami penindasan secara jasmani maupun jiwani—menghadapi penjajahan, teror, intimidasi, penyiksaan, penculikan, hingga nyawa yang direnggut di luar perih kemanusiaan oleh kekuatan kolonialisme.
Di tengah situasi yang amat berat ini, pesan Paskah hadir bagaikan terang di ujung terowongan yang gelap:
1. Tuhan Mengerti Penderitaan Kita:
Tuhan Yesus Kristus tahu persis bagaimana rasanya menjadi korban ketidakadilan, ditindas oleh kekuasaan kolonial Romawi pada zaman-Nya, dan dihukum meski tidak bersalah.
Ia menangis bersama mereka yang menderita dan menangis di tanah Papua.
2. Ketabahan Membawa Harapan:
Tetaplah Sabar dan Tabah dalam menjalani setiap ujian dan penderitaan ini.
Seperti Yesus yang harus melewati jalan *Via Dolorosa* (Jalan Penderitaan) sebelum mencapai kemuliaan, sebuah kemerdekaan dan keadilan seringkali menuntut harga yang sangat mahal.
3. Kemerdekaan Sejati:
Kemerdekaan sejati dimulai dari dalam jiwa yang telah dibebaskan oleh Kristus.
Jiwa yang merdeka tidak akan pernah bisa dipenjara, diintimidasi, atau dibunuh oleh senjata apa pun.
Kemerdekaan spiritual inilah yang menjadi fondasi dan kekuatan untuk terus berjuang meraih kemerdekaan dan masa depan hidup yang damai bagi bangsa Papua Barat tercinta.
*Kedaulatan Penuh Ada di Tangan Tuhan*
Di atas segala kekuatan penguasa dunia, senjata, dan kekuatan politik, ingatlah satu kebenaran mutlak: **Hanya Tuhan Sang Pencipta, Sang Juru Selamat, dan Sang Penolong yang memiliki Kedaulatan Penuh atas Umat Papua dan seluruh dunia.** Manusia boleh merencanakan kejahatan, namun keadilan Tuhan tidak akan pernah tidur.
Pada waktu-Nya yang sempurna, Ia akan memulihkan umat-Nya.
Oleh karena itu, setiap orang Papua dipanggil untuk berserah, bersyukur, menyembah, memuliakan Tuhan, dan merayakan kemerdekaan sejati yang telah diberikan melalui pengorbanan Kristus.
*Kata Bijaksana Paskah*;
” *Air mata* penderitaan di hari Jumat akan selalu dihapus oleh Fajar Kebangkitan di hari Minggu, dan
Tidak ada malam yang begitu gelap yang bisa mencegah matahari untuk terbit lagi.”
* ” *Penindasan* mungkin bisa menghancurkan Tubuh, tetapi kebangkitan Kristus membuktikan bahwa kebenaran dan keadilan tidak akan pernah bisa dibunuh dan dikubur selamanya.”
* ” *Penderitaan* di jalan kebenaran bukanlah sebuah kekalahan, melainkan harga yang sedang kita bayar untuk sebuah kemenangan sejati.”
*UCAPAN SYUKUR PASKAH;*
*”Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, kami mengucap syukur atas kasih-Mu yang tanpa batas.
Terima kasih karena Engkau telah turun ke dunia, merasakan penderitaan kami, dan menebus kami dari segala belenggu Dosa.
Di tengah air mata dan penindasan yang kami alami, kami bersyukur karena Engkau adalah batu karang dan perlindungan kami.
Berikanlah kami ketabahan seperti Kristus, agar kami mampu memikul salib perjuangan kami hari ini, dengan keyakinan penuh bahwa Engkau telah menyiapkan fajar kebangkitan dan masa depan yang damai bagi tanah kami dan anak cucu kami. Haleluya, Amin.”
*Kepada* seluruh umat ciptaan Tuhan di atas muka bumi yang fana ini, dan secara khusus bagi saudara-saudariku di atas Tanah Papua:
Selamat Merayakan Kemenangan Paskah! Kiranya Kasih Persaudaraan, kekuatan dari Roh Kudus, dan pengharapan akan Kemerdekaan Sejati senantiasa menyertai, menjaga, dan memberkati kita semua, hari ini dan selamanya.
_Allah Leluhur Bangsa Papua Ninom_.
Holandia, 03 April 2026















