Berau, DerapKalimantan.com – Warga Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau segera mengambil tindakan konkret terhadap kerusakan parah yang terjadi di Jalan M. Iswahyudi, tepatnya di wilayah RT 002. Jalan poros utama tersebut saat ini mengalami kerusakan yang sangat memprihatinkan, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan jalan ini telah berlangsung cukup lama dan semakin parah seiring waktu. Permukaan jalan yang bergelombang, penuh lubang, dan minim penerangan membuat kondisi malam hari menjadi sangat rawan kecelakaan. Sejumlah pengendara, terutama pengendara sepeda motor, dilaporkan terjatuh karena kehilangan keseimbangan saat melintasi jalan yang tidak rata dan rusak berat.
Menurut keterangan warga setempat yang ditemui pada Sabtu (3/5/2025), pemerintah sempat melakukan penanganan sementara berupa penimbunan dengan sertu. Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama karena tingginya intensitas kendaraan berat, seperti truk pengangkut alat berat, yang melintas setiap hari. “Kalau cuma ditimbun, ya rusak lagi. Harusnya diaspal biar kuat dan tahan lama,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai penanganan selama ini belum menyentuh akar masalah. Pemerintah dianggap hanya melakukan tambal sulam yang tidak memberikan solusi jangka panjang. Akibatnya, kerusakan jalan terus meluas dan makin membahayakan pengguna jalan. Warga mendesak agar ada perbaikan menyeluruh dengan metode pengaspalan agar infrastruktur jalan tersebut menjadi layak dan tahan lama.
Desakan ini juga datang dari para pengendara yang melintasi wilayah tersebut. Mereka mengeluhkan buruknya kondisi jalan dan menilai pemerintah daerah baik Kabupaten Berau maupun Provinsi Kaltim dinilai kurang tanggap terhadap kerusakan infrastruktur yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat serta kelancaran aktivitas ekonomi.
Jalan M. Iswahyudi sendiri merupakan salah satu jalur vital di wilayah Berau yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas baik dari luar kota maupun dari aktivitas warga Berau. Kondisi jalan yang rusak parah tentu menghambat pergerakan barang dan jasa, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Warga berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau atau PUPR Provinsi segera menurunkan tim reaksi cepat untuk meninjau dan memperbaiki jalan tersebut secara permanen. Mereka menekankan pentingnya keseriusan pemerintah dalam menangani infrastruktur, terutama menjelang 100 hari program kerja Bupati yang salah satu fokusnya adalah pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Berau diminta untuk tidak lagi menunda-nunda penanganan jalan rusak ini. Keterlambatan dalam bertindak hanya akan memperbesar risiko kecelakaan serta meningkatkan kerugian ekonomi masyarakat. Warga menantikan komitmen nyata dan solusi jangka panjang dari pemerintah daerah.
Dengan kerusakan yang kian memburuk, masyarakat Kelurahan Rinding dan para pengguna jalan mendesak agar Pemkab Berau segera menjadikan perbaikan Jalan M. Iswahyudi sebagai prioritas utama. Mereka berharap pemerintah benar-benar hadir memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, sebelum jatuh korban jiwa yang lebih banyak.(**).
Jurnalis:Marihot.















