Berau – Kondisi jalan menuju Kampung Pegat Bukur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kian memprihatinkan, meskipun belum lama diperbaiki, kini jalan menuju Kampung Pegat Bukur rusak kembali bahkan kondisinya turun dan sangat berbahaya bila dilintasi kendaraan.
Sejumlah warga dan karyawan perusahaan yang melintas terpaksa turun dari kendaraan lantaran badan jalan mengalami penurunan dan retakan serius, sehingga dikhawatirkan putus sewaktu-waktu.
Situasi ini membuat masyarakat was-was. Demi keselamatan, banyak pengendara memilih turun dan melewati jalur tersebut dengan berjalan kaki. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), segera melakukan perbaikan, mengingat kerusakan hanya terjadi di titik yang panjangnya beberapa meter.
“Kami minta pemerintah segera turun tangan. Jangan tunggu sampai ada korban. Jalan ini jalur vital bagi warga kampung,” tegas salah seorang warga setempat, Kamis (14/8/2025).
Selain meminta perhatian pemerintah, warga juga mendesak perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar lokasi, khususnya di wilayah site Pegat Bukur, untuk ikut memberikan kontribusi dalam perbaikan. Hal ini dinilai penting karena kerusakan jalan tidak hanya membahayakan masyarakat, tetapi juga karyawan perusahaan yang setiap hari melintas.
Kerusakan jalan ini berdampak langsung terhadap roda perekonomian warga. Hasil pertanian dan perkebunan sulit dibawa ke pasar karena kendaraan tidak dapat melintasi jalur tersebut. Akibatnya, aktivitas perdagangan terhambat dan potensi kerugian ekonomi semakin besar.
Ketua DPD Persatuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) Kabupaten Berau, Marjinus Ugin, juga mendesak Bupati Berau segera memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan perbaikan jalan permanen bukan asal jadi.
Mereka menilai dibutuhkan terobosan dan keberanian pemerintah untuk membangun infrastruktur yang menjadi nadi kehidupan masyarakat.
“Pemerintah harus bertindak cepat. Infrastruktur ini adalah urat nadi masyarakat. Kalau dibiarkan, risiko keselamatan dan kerugian ekonomi akan semakin besar,” ujarnya.
Masyarakat berharap perbaikan dapat dilakukan dalam waktu dekat, sehingga aktivitas warga, karyawan, dan distribusi hasil bumi kembali normal tanpa terhambat jalan rusak.***
Jurnalis: Marihot.















