BALIKPAPAN – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., M.H., C.F.E., CFrA., memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di lingkungan Polda Kalimantan Timur, Rabu (28/10/2026). Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkokoh persatuan, meneguhkan nasionalisme, serta mengingatkan kembali tanggung jawab seluruh elemen bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat atas tekad para pemuda pada 28 Oktober 1928 yang menempatkan persatuan bangsa di atas perbedaan suku, agama, bahasa, dan latar belakang. Nilai historis tersebut tetap relevan dan harus diwujudkan melalui sikap nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Di tengah perkembangan zaman dan dinamika sosial yang semakin kompleks, semangat persatuan menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas, memperkuat toleransi, serta mencegah berkembangnya sikap yang berpotensi memecah belah masyarakat. Generasi muda dituntut tidak hanya memiliki semangat perubahan, tetapi juga integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam setiap tindakan.
Bagi Polri, nilai-nilai Sumpah Pemuda sejalan dengan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum secara profesional, serta memelihara kehidupan sosial yang aman dan harmonis. Upaya tersebut membutuhkan dukungan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai mitra strategis dalam menciptakan lingkungan yang tertib, damai, dan kondusif.
Polda Kalimantan Timur menempatkan momentum ini sebagai pengingat pentingnya membangun semangat pengabdian, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap kepentingan bangsa. Pemuda diharapkan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan kecakapan, kreativitas, sikap kritis yang bertanggung jawab, serta komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Persatuan, bagaimanapun, tidak cukup hanya diucapkan dalam ikrar. Nilai tersebut harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, menolak provokasi, hingga berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, semangat kebangsaan diharapkan terus menjadi landasan dalam memperkuat persaudaraan dan membangun masa depan Indonesia. Persatuan harus dijaga, perbedaan harus dihormati, dan pengabdian kepada bangsa harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
//Red/Hmd/















