Maratua, Berau – Kondisi bangunan SDN 01 Teluk Alulu, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, menjadi sorotan masyarakat setelah ditemukan sejumlah fasilitas yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan siswa. Warga menilai proyek pembangunan sekolah tersebut belum sepenuhnya memperhatikan aspek keamanan peserta didik.
Salah satu sorotan utama adalah bagian bangunan dengan ketinggian sekitar satu meter yang hingga kini belum dilengkapi pagar pengaman atau reling. Selain itu, terdapat bagian tangga yang dinilai tidak tersambung secara utuh sehingga menimbulkan kekhawatiran akan risiko kecelakaan bagi siswa yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media pada Rabu (3/6/2026), kondisi tersebut telah berlangsung sejak bangunan selesai dikerjakan dan hingga kini belum mendapat perbaikan.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Menurut keterangan yang diterima media ini, beberapa siswa pernah mengalami insiden terjatuh di area bangunan tersebut. Peristiwa itu semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap standar keselamatan fasilitas pendidikan yang digunakan setiap hari oleh anak-anak.
Selain belum adanya pagar pengaman pada bagian bangunan yang tinggi, warga juga menyoroti kondisi pagar sekolah yang dinilai belum selesai dikerjakan. Beberapa bagian pagar disebut hanya menyisakan struktur menyerupai menara tanpa dilengkapi besi maupun anak pagar sebagaimana mestinya.
“Fungsi pagar bukan hanya sebagai pembatas area sekolah, tetapi juga untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi anak-anak selama berada di lingkungan sekolah,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut warga, keberadaan pagar yang memadai menjadi semakin penting mengingat lokasi sekolah berada di tepi jalan poros kampung. Sehingga diperlukan sistem pengamanan yang baik guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Masyarakat menilai keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan maupun pemeliharaan fasilitas pendidikan. Karena itu, warga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan tersebut sebelum terjadi insiden yang lebih serius.
Tak hanya menyoroti aspek keselamatan, warga juga mempertanyakan proses pelaksanaan proyek pembangunan sekolah tersebut. Mereka meminta adanya keterbukaan informasi terkait sumber pendanaan, tahun pelaksanaan proyek, serta mekanisme pengawasan selama pekerjaan berlangsung.
Menurut warga, transparansi diperlukan untuk memastikan pembangunan fasilitas pendidikan telah dilaksanakan sesuai standar teknis, spesifikasi pekerjaan, dan ketentuan keselamatan yang berlaku.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan bahwa kelanjutan pembangunan bergantung pada ketersediaan anggaran.
“Tahun ini ada kelanjutannya. Untuk ruang kelas baru (RKB) sudah 100 persen selesai, hanya reling bagian depan yang belum terpasang. Reling akan dianggarkan pada tahap berikutnya karena dananya belum tersedia,” ujarnya.
Sementara terkait dugaan kelalaian dalam pelaksanaan proyek pembangunan SDN 01 Teluk Alulu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau mengarahkan awak media untuk berkoordinasi dengan Kepala Bidang Sekolah Dasar, Pandu, yang membidangi urusan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak yang bertanggung jawab terkait kondisi bangunan maupun tindak lanjut atas keluhan masyarakat.
Warga berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Berau bersama instansi teknis terkait segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna menilai kondisi bangunan secara menyeluruh. Apabila ditemukan kekurangan atau ketidaksesuaian pada aspek keselamatan, masyarakat meminta agar segera dilakukan perbaikan demi mencegah terulangnya insiden yang dapat membahayakan siswa.
“Jangan sampai ada korban berikutnya. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas,” tegas salah seorang warga.
Masyarakat berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius dari pemerintah sehingga para siswa SDN 01 Teluk Alulu dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan standar keselamatan pendidikan.(**).
Jurnalis DK: MR.















