• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index
DerapKalimantan.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
  • Login
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
Home Pendidikan

Ketika Hutan Hilang, Bencana Datang: Alarm Ekologis Berau

Admin by Admin
Desember 16, 2025
in Pendidikan
0
Ketika Hutan Hilang, Bencana Datang: Alarm Ekologis Berau
0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PENULIS : DATU RIZKY HARDIKA ZULFAKAR)

DerapKalimantan.com,-Ketergantungan pembangunan Kabupaten Berau terhadap sektor batu bara dinilai tidak hanya mempercepat kerusakan ekologis.

Tetapi juga memperbesar ancaman bencana hidrometeorologi yang semakin nyata dan telah menelan korban jiwa di sejumlah wilayah Berau.

Pola pembangunan berbasis eksploitasi sumber daya alam dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan berkurangnya tutupan hutan dan melemahnya fungsi daerah aliran sungai (DAS).

Kondisi ini dinilai berkontribusi langsung terhadap meningkatnya risiko banjir dan bencana lingkungan lainnya,terutama saat curah hujan tinggi.

Ancaman bencana di Kabupaten Berau bukan sekadar potensi, melainkan telah terjadi berulang kali dengan dampak serius terhadap keselamatan masyarakat.

Pada 25 Maret 2025, hujan deras menyebabkan Sungai Kelay meluap dan merendam wilayah di Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur.

Banjir tersebut mengakibatkan dua warga lanjut usia meninggal dunia, masing-masing bernama Yea Deng (70) dan Lajiu Langa (68).

Bencana ini berdampak pada sedikitnya tujuh desa, termasuk Desa Tumbit Dayak, Long Lanuk, Inaran, Bena Baru, Pegat Baru, Labanan Makarti, dan Tumbit Melayu.

Ratusan rumah warga terendam dan aktivitas masyarakat lumpuh. Selanjutnya, pada 27–28 Mei 2025, banjir kembali melanda wilayah hulu Berau, khususnya Kecamatan Segah.

Kampung Long La’ai dan Kampung Long Ayap menjadi daerah terdampak terparah, dengan ketinggian air mencapai sekitar lima meter. Sedikitnya 640 warga dari 212 kepala keluarga terdampak. Sejumlah fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, rumah ibadah, kantor kampung, dan dermaga mengalami kerusakan akibat terjangan arus deras dan material kayu dari hulu sungai.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), rangkaian banjir pada akhir Mei 2025 tersebut berdampak pada belasan kampung di empat kecamatan, yakni Segah, Kelay, Sambaliung, dan Teluk Bayur.

Ribuan rumah terendam dan ratusan warga terpaksa mengungsi. Data ini menunjukkan meningkatnya kerentanan Kabupaten Berau terhadap bencana banjir yang dipicu oleh curah hujan ekstrem dan menurunnya daya dukung lingkungan.

Saya sebagai salah satu zuriat keturunan Raja Alam Berau menegaskan bahwa kondisi ini merupakan peringatan serius bagi arah pembangunan daerah. Menurutnya, dalam sejarah dan kearifan lokal Berau, hutan dan sungai dijaga sebagai pelindung kehidupan dan keselamatan masyarakat.

Alam Berau bukan sekadar sumber pendapatan, tetapi benteng keselamatan rakyat. Ketika hutan rusak dan sungai kehilangan penyangganya, bencana menjadi ancaman yang tidak terhindarkan. Saya menilai kewajiban reboisasi dan rehabilitasi daerah aliran sungai sering dijadikan pembenaran atas pembukaan hutan secara masif. Padahal, kerusakan ekologis yang telah terjadi tidak dapat dipulihkan sepenuhnya dalam waktu singkat.

Ketergantungan APBD Kabupaten Berau terhadap sektor batu bara dinilai memperlemah komitmen perlindungan lingkungan.

Tanpa perubahan arah kebijakan, eksploitasi yang terus berlanjut dikhawatirkan akan semakin meningkatkan risiko bencana ekologis, mengancam keselamatan warga, dan membebani daerah dengan kerugian sosial serta ekonomi yang lebih besar di masa depan.

Saya mendorong pemerintah daerah agar menjadikan perlindungan hutan dan mitigasi bencana sebagai kebijakan strategis utama.

Pembangunan harus mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keselamatan rakyat dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Menjaga alam bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi jalan keselamatan bagi masyarakat Berau.

Mahasiswa FISIP Universitas Hasanuddin, Prodi Ilmu Politik

Post Views: 74
Tags: Berita DerapKalimantan
Previous Post

234 SC hadiri transisi kepemimpinan Pangdam I/ BB — Tekan sinergi pembangunan Sumut yang merata .

Next Post

Pandangan Akademik Connie Rahakundini, Atas Narasi “Kaum Ah Sudahlah” Tentang Bencana Sumatera dan Status Bencana Nasional

Admin

Admin

Next Post
Pandangan Akademik Connie Rahakundini, Atas Narasi “Kaum Ah Sudahlah” Tentang Bencana Sumatera dan Status Bencana Nasional

Pandangan Akademik Connie Rahakundini, Atas Narasi "Kaum Ah Sudahlah" Tentang Bencana Sumatera dan Status Bencana Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Mei 5, 2025
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Januari 5, 2025
Diduga Tabrak Undang-undang untuk Muluskan Kenaikan Tarif Restribusi RSUD dr. Abdul Rivai, Benarkah..?   Ini Faktanya….! 👇👇👇

Tarif Restribusi Rawat Inap RSUD dr.Abdul Rivai Lebih Mahal Dibandingkan RSUD Wahab Syahrani dan RSUD Kanujoso Balikpapan, Segini Besarannya 👇👇👇

November 12, 2024
Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

April 22, 2025
Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

2
Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
Bayang-Bayang Otoritarianisme dalam Wacana Pilkada Tidak Langsung

Bayang-Bayang Otoritarianisme dalam Wacana Pilkada Tidak Langsung

Januari 18, 2026
Ketua Nasional TRC PPA Kunjungi Kutai Barat, Berikan Penghargaan dan Dorong Pendirian Rumah Aman

Ketua Nasional TRC PPA Kunjungi Kutai Barat, Berikan Penghargaan dan Dorong Pendirian Rumah Aman

Januari 18, 2026
Wakil Rakyat DPRD Kabupaten Tangerang, Sambangi Korban Banjir Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir Di Desa Kosambi Timur Dan Karang Tengah

Wakil Rakyat DPRD Kabupaten Tangerang, Sambangi Korban Banjir Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir Di Desa Kosambi Timur Dan Karang Tengah

Januari 18, 2026
Anggota DPRD Kota Tangerang Klarifikasi Soal Pekerjaan Paving Block di Tanah Pribadi: “Pekerjaan Sesuai Surat Hibah!

Anggota DPRD Kota Tangerang Klarifikasi Soal Pekerjaan Paving Block di Tanah Pribadi: “Pekerjaan Sesuai Surat Hibah!

Januari 18, 2026

Recent News

Bayang-Bayang Otoritarianisme dalam Wacana Pilkada Tidak Langsung

Bayang-Bayang Otoritarianisme dalam Wacana Pilkada Tidak Langsung

Januari 18, 2026
Ketua Nasional TRC PPA Kunjungi Kutai Barat, Berikan Penghargaan dan Dorong Pendirian Rumah Aman

Ketua Nasional TRC PPA Kunjungi Kutai Barat, Berikan Penghargaan dan Dorong Pendirian Rumah Aman

Januari 18, 2026
Wakil Rakyat DPRD Kabupaten Tangerang, Sambangi Korban Banjir Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir Di Desa Kosambi Timur Dan Karang Tengah

Wakil Rakyat DPRD Kabupaten Tangerang, Sambangi Korban Banjir Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir Di Desa Kosambi Timur Dan Karang Tengah

Januari 18, 2026
Anggota DPRD Kota Tangerang Klarifikasi Soal Pekerjaan Paving Block di Tanah Pribadi: “Pekerjaan Sesuai Surat Hibah!

Anggota DPRD Kota Tangerang Klarifikasi Soal Pekerjaan Paving Block di Tanah Pribadi: “Pekerjaan Sesuai Surat Hibah!

Januari 18, 2026

Browse by Category

  • Ancol
  • Bible Practice Today
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Internasional
  • Internasional
  • Jumat Berkah
  • Kejaksaan RI
  • Kemendagri
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Mahkamah Agung RI
  • Mahkamah Agus RI
  • Maritim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwaisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI & POLRI

Recent News

Bayang-Bayang Otoritarianisme dalam Wacana Pilkada Tidak Langsung

Bayang-Bayang Otoritarianisme dalam Wacana Pilkada Tidak Langsung

Januari 18, 2026
Ketua Nasional TRC PPA Kunjungi Kutai Barat, Berikan Penghargaan dan Dorong Pendirian Rumah Aman

Ketua Nasional TRC PPA Kunjungi Kutai Barat, Berikan Penghargaan dan Dorong Pendirian Rumah Aman

Januari 18, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In