• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index
DerapKalimantan.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
  • Login
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
Home Ekonomi

Ketika Presiden Meremehkan Kurs Dolar: Zimbabwe dan Venezuela Jadi Contoh

Admin by Admin
Mei 17, 2026
in Ekonomi, Nasional
0
Ketika Presiden Meremehkan Kurs Dolar: Zimbabwe dan Venezuela Jadi Contoh
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut “mau dolar berapa ribu kek, kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar” menuai kritik tajam. Pernyataan itu sebagai salah satu yang paling berbahaya yang pernah diucapkan seorang kepala negara terkait mata uangnya sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan ribuan warga di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam pidatonya, ia meremehkan dampak pelemahan rupiah yang saat itu menyentuh level Rp17.600 per dolar AS. “Yang pusing yang suka ke luar negeri,” ujar Presiden disambut tawa.

Sejarah mencatat dua negara yang pernah memiliki pola pikir serupa, Zimbabwe dan Venezuela. Keduanya kini menjadi contoh nyata bagaimana keruntuhan mata uang menghancurkan rakyat kecil, yang mereka sebut “tidak pakai dolar”.

Robert Mugabe, mantan Presiden Zimbabwe, bertahun-tahun meyakinkan rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat. Ia mengatakan rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.

Apa yang terjadi? Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7 sextillion persen per tahun pada 2008. Angka yang nyaris tak terbayangkan. Uang tak ubahnya kertas biasa seperti kertas HVS, Rakyat membawa uang dalam keranjang penuh hanya untuk membeli sepotong roti. Petani di desa yang tidak pakai dolar mendapati hasil panennya tak laku karena harga berubah setiap jam. Tabungan seumur hidup lenyap dalam semalam.

Akhirnya, Zimbabwe menyerah. Mereka menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi. Mata uang sendiri sudah tak bernilai sama sekali.

Kisah serupa terjadi di Venezuela. Hugo Chavez dan kemudian Nicolas Maduro bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil. “Yang penting ada subsidi, yang penting ada program sosial,” kata mereka.

Hasilnya? Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000 persen pada 2018. Dokter, guru, insinyur semua yang memiliki pendidikan yang bisa keluar pergi meninggalkan Venezuela. Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya. Rakyat desa yang “tidak pakai dolar” itu akhirnya mengantre berhari-hari hanya untuk mendapatkan sekarung tepung. Mereka terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang sendiri tak dipercaya siapa pun.

Analis yang sama menegaskan bahwa pernyataan “rakyat desa tidak pakai dolar” adalah kesalahan fatal. Sebab, meskipun rakyat desa tidak memegang dolar secara fisik, hampir seluruh kebutuhan pokok mereka harganya ditentukan oleh kurs dolar.

Kedelai, bahan baku tempe dan tahu yang dikonsumsi setiap hari, 90 persen diimpor dari Amerika Serikat. Harganya dalam dolar. Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000, harga kedelai naik. Harga tempe dan tahu ikut naik. Penjual tahu tempe di desa langsung merasakan dampaknya.

Gandum, bahan baku roti, mie instan, biskuit 100 persen diimpor. Harganya dalam dolar. Pupuk yang dipakai petani desa, sebagian besar bahan bakunya diimpor. Harganya dalam dolar. Obat-obatan generik, bahan bakunya diimpor dari China dan India. Harganya juga dalam dolar.

Rakyat desa tidak pegang dolar, tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.

Yang lebih mengkhawatirkan, menurut para ekonom, adalah sinyal yang dikirim presiden ke pasar. Ketika kepala negara sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya, apa yang akan dipikirkan investor asing? Apa yang akan dilakukan rakyat yang tabungannya dalam rupiah?

“Saat ini kita sudah melihat gejala rakyat berlari ke dolar dan emas. Itu yang dikhawatirkan para ekonom. Pernyataan presiden justru memperburuk kepercayaan,” kata Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti.

Sementara itu, rupiah masih bergerak di level Rp17.450-Rp17.600 per dolar AS dalam sepekan terakhir. Bank Indonesia terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas.

#presidenremehkankursdolar #venezuela #zimbabwe #uangkertas

Post Views: 3
Tags: #Berita Dalam Negeri
Previous Post

Polres Binjai Bersama Forkopimda Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri

Admin

Admin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Mei 5, 2025
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Januari 5, 2025
Diduga Tabrak Undang-undang untuk Muluskan Kenaikan Tarif Restribusi RSUD dr. Abdul Rivai, Benarkah..?   Ini Faktanya….! 👇👇👇

Tarif Restribusi Rawat Inap RSUD dr.Abdul Rivai Lebih Mahal Dibandingkan RSUD Wahab Syahrani dan RSUD Kanujoso Balikpapan, Segini Besarannya 👇👇👇

November 12, 2024
Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

April 22, 2025
Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

2
Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
Ketika Presiden Meremehkan Kurs Dolar: Zimbabwe dan Venezuela Jadi Contoh

Ketika Presiden Meremehkan Kurs Dolar: Zimbabwe dan Venezuela Jadi Contoh

Mei 17, 2026
Polres Binjai Bersama Forkopimda Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri

Polres Binjai Bersama Forkopimda Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri

Mei 17, 2026
Kariyasa Ajak Warga Buleleng Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

Kariyasa Ajak Warga Buleleng Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

Mei 17, 2026
Pelantikan Kepala Kampung Reni Raja Ampat Tertunda, Warga Desak Pemkab Segera Bertindak

Pelantikan Kepala Kampung Reni Raja Ampat Tertunda, Warga Desak Pemkab Segera Bertindak

Mei 17, 2026

Recent News

Ketika Presiden Meremehkan Kurs Dolar: Zimbabwe dan Venezuela Jadi Contoh

Ketika Presiden Meremehkan Kurs Dolar: Zimbabwe dan Venezuela Jadi Contoh

Mei 17, 2026
Polres Binjai Bersama Forkopimda Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri

Polres Binjai Bersama Forkopimda Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri

Mei 17, 2026
Kariyasa Ajak Warga Buleleng Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

Kariyasa Ajak Warga Buleleng Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

Mei 17, 2026
Pelantikan Kepala Kampung Reni Raja Ampat Tertunda, Warga Desak Pemkab Segera Bertindak

Pelantikan Kepala Kampung Reni Raja Ampat Tertunda, Warga Desak Pemkab Segera Bertindak

Mei 17, 2026

Browse by Category

  • Ancol
  • Bible Practice Today
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Internasional
  • Internasional
  • Jumat Berkah
  • Kejaksaan RI
  • Kemendagri
  • KementerianATRBPN
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Mahkamah Agung RI
  • Mahkamah Agus RI
  • Maritim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwaisata
  • Pemprov Kalimantan Utara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI & POLRI
  • TRCPPA Indonesia

Recent News

Ketika Presiden Meremehkan Kurs Dolar: Zimbabwe dan Venezuela Jadi Contoh

Ketika Presiden Meremehkan Kurs Dolar: Zimbabwe dan Venezuela Jadi Contoh

Mei 17, 2026
Polres Binjai Bersama Forkopimda Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri

Polres Binjai Bersama Forkopimda Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri

Mei 17, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In