Berau, DerapKalimantan.com –
Semangat orang tua peserta mengiringi keberangkatan tim pelajar Kabupaten Berau untuk mengikuti Lomba Debat Indonesia tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dipusatkan di Samarinda. Ajang bergengsi tingkat SLTA ini dijadwalkan dibuka pada 29 Agustus 2025, dengan para duta dari Berau bertolak sehari sebelumnya, Kamis (28/8/2025).
Delegasi Kabupaten Berau diwakili oleh siswa-siswi terbaik dari SMAN 1 Tanjung Redeb dan SMAN 4 Sambaliung. Mereka diutus untuk membawa nama harum daerah Bumi Batiwakkal, yang selama ini dikenal kerap menorehkan prestasi di berbagai ajang pendidikan.
Namun, dukungan penuh dari orang tua terhadap anak-anak mereka sedikit ternodai oleh persoalan fasilitas transportasi. Para wali murid berharap pemerintah daerah dapat mendukung perjalanan udara siswa/i menuju Samarinda, bukan sekadar jalur darat. Menurut mereka, perjalanan udara akan membuat kondisi fisik dan mental para peserta tetap prima sehingga mampu tampil optimal di arena debat.
Keluhan ini langsung menjadi perhatian sejumlah tokoh pendidikan dan pemerhati generasi muda di Berau. Sayangnya, tanggapan berbeda justru datang dari kalangan pejabat publik. Wakil Ketua DPRD Berau, H. Sumadi, melalui pesan singkat di pesan WhatsApp nya kepada media ini, menyebut bahwa urusan transportasi adalah kewenangan pemerintah provinsi. Bahkan, dalam pesannya, ia menyinggung soal dana pribadi bupati dan wakil bupati yang seolah menjadi syarat bila ingin mendukung transportasi udara.
Pernyataan tersebut menuai kritik warganet. Menurut mereka, seorang wakil rakyat seharusnya tidak melontarkan komentar sinis yang terkesan menutup ruang solusi. Sebaliknya, pejabat publik diharapkan dapat memberikan dukungan dan jalan keluar terbaik demi mendukung prestasi generasi muda Berau.
Dengan semangat para orang tua serta dukungan masyarakat, tim debat dari SMAN 1 Tanjung Redeb dan SMAN 4 Sambaliung tetap optimistis mampu memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Berau di kancah provinsi.***
Tim DK-RED.















