Derapkalimantan.com – Jakarta Timur, DKI Jakarta – Ayub 42:5 berbunyi:
“Aku telah mendengar tentang Engkau dengan telinga, tetapi sekarang mataku telah melihat Engkau.”
Pengalaman Ayub ini mungkin pernah kita alami, pergi ke satu acara dengar testimoni atau kesaksian orang tentang keberhasilan, pergi ke satu komunitas kita dengar tentang keuntungan-keuntungan bisnis yang di ceritakan, dan seputar itu-itu saja.
Salahkah jika kita mendengar hal-hal itu?tentu tidak sama sekali, dan itu pula yang dialami oleh Ayub dari sahabat-sahabatnya Elifas orang Teman,Bildad orang Suah, Sofar orang Naama&Elihu orang Bus
Saat itu kondisi Ayub tidak berdaya bahkan kehilangan semua hartanya serta anak-anaknya.
Ayub hanya mendengar nasehat&cerita dari sahabat-sahabatnya.
Lantas kenapa muncul Ayub pasal 42 : 5 berbunyi seperti itu?
-Ayub menarik perkataannya dan menyesali,
-Ayub sama sekali tidak berbuat dosa selama dalam pengujian, bahkan ketika,
-Ayub dihina Istrinya sendiri, dia tidak marah& tidak berbuat dosa,
-Ayub tabah dan menjadi kesayangan Tuhan.
Tauladan Ayub ini menjadi rema juga dalam hidup kita walau tidak bisa dibandingkan-nothing compares.
Akhirnya Ayub berkata tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau, artinya sebelumnya hanya memiliki pengetahuan tentang Tuhan melalui cerita, tradisi, atau wahyu, tetapi sekarang memiliki pengalaman pribadi yang langsung dengan Tuhan.
Semua itu bisa kita alami jika kita mampu berbahagia jika ditegur Tuhan, dan tidak menolak didikan-Nya…vide see Ayub 5:17.
Syalom
Tuhan memberkati semua
St.Jagirs
Bible Practice Today 811/25















