DENPASAR, 13 Juni 2026 – Mesin pengolah sampah berbasis teknologi pirolisis “Solusi Aksara” karya Made Hiroki telah dirampungkan. Unit demonstrasi saat ini memasuki tahap penyempurnaan akhir dan ditargetkan mulai uji operasi lapangan dalam dua bulan mendatang.
Mesin tersebut mengadopsi teknologi pirolisis dari Jepang yang disesuaikan dengan kondisi pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya Bali. Teknologi ini mengolah sampah tanpa pembakaran terbuka melalui pemanasan dalam ruang tertutup sehingga menghasilkan emisi minim.
“Saat ini unit demonstrasi masih dalam tahap pengujian intensif guna memastikan seluruh sistem bekerja secara maksimal, aman, dan sesuai standar operasional. Targetnya, mesin akan memasuki uji operasi lapangan dalam waktu sekitar dua bulan ke depan,” ujar Made Hiroki.
Made Hiroki mengatakan pengujian dilakukan menyeluruh agar performa mesin optimal sebelum diterapkan secara luas. Hasil keluaran utama berupa uap yang telah melalui sistem pengolahan dan tidak mengandung zat berbahaya bagi lingkungan.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Saat ini fokus kami adalah memastikan setiap komponen bekerja secara optimal sehingga ketika mesin mulai beroperasi, manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat dan pemerintah daerah,” katanya.
Pengembangan Solusi Aksara bertujuan menghadirkan alternatif pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan. Kehadiran teknologi ini diharapkan mengurangi beban tempat pemrosesan akhir serta mendukung program pemerintah mewujudkan lingkungan lebih bersih.
Made Hiroki mengapresiasi dukungan berbagai pihak selama proses pengembangan. Ia berharap inovasi ini diterima pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lingkungan hidup.
“Persoalan sampah memerlukan kolaborasi semua pihak. Solusi Aksara hadir bukan hanya sebagai mesin, tetapi sebagai komitmen menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi Bali dan Indonesia,” ujarnya.
Dengan rampungnya tahap pembangunan unit demonstrasi, Solusi Aksara memasuki fase penting menuju implementasi nyata di lapangan. Tim pengembang optimistis hasil pengujian beberapa bulan ke depan menjadi langkah awal penerapan teknologi pengolahan sampah modern berwawasan lingkungan di Indonesia.
DW.















