• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index
DerapKalimantan.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
  • Login
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
Home Daerah

Negeri Kaya, Guru Dibiarkan Miskin: Prof Sutan Nasomal Kritik Gaji Honorer dan PPPK yang Tak Layak

Admin by Admin
Februari 12, 2026
in Daerah
0
Negeri Kaya, Guru Dibiarkan Miskin: Prof Sutan Nasomal Kritik Gaji Honorer dan PPPK yang Tak Layak
0
SHARES
91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sukabumi, NTT, dan Jakarta–Krisis kekurangan guru profesional kini menghantui dunia pendidikan Indonesia. Minimnya minat generasi muda menjadi pendidik tak bisa dilepaskan dari persoalan klasik: kesejahteraan guru yang jauh dari kata layak. Di berbagai daerah, guru honorer masih bertahan dengan penghasilan ratusan ribu rupiah per bulan, sementara biaya hidup terus melonjak.

Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, seorang guru honorer bernama Empan Subandi harus berjalan kaki sejauh 12 kilometer setiap hari selama lebih dari 14 tahun demi mengajar murid-muridnya. Sejak 2011, ia hanya menerima upah sekitar Rp 200 ribu per bulan. “Ini bukan sekadar kisah pengabdian, tapi potret ketidakadilan yang dibiarkan bertahun-tahun,” kata Prof. Dr. Sutan Nasomal, Guru Besar Hukum Pidana Internasional, saat dimintai tanggapan.

Kisah serupa terjadi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Vinsensia Ervina Talluma, guru honorer di SDK 064 Watubala, harus berjalan kaki sejauh enam kilometer melintasi hutan dan sungai selama hampir tiga jam untuk sampai ke sekolah. Upah yang diterimanya hanya sekitar Rp 300 ribu per bulan. Kondisi sekolah pun memprihatinkan, dengan bangunan kayu yang sudah lapuk. “Negara seolah hadir hanya lewat slogan,” ujar Sutan.

Menurut Sutan, kebijakan penggajian guru saat ini memperlihatkan jurang ketimpangan yang lebar antara guru PNS, PPPK, dan honorer. Ia menilai pembedaan status dan penghasilan guru berpotensi merusak profesionalisme dan martabat pendidik. “Bagaimana mungkin kita menuntut kualitas pendidikan tinggi jika guru dipaksa hidup di bawah standar kelayakan?” katanya.

Data penghasilan guru PNS memang menunjukkan adanya struktur gaji berdasarkan golongan. Namun, di lapangan, guru honorer dan sebagian PPPK masih menerima pendapatan jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, misalnya, lebih dari 6.000 ASN PPPK paruh waktu hanya menerima gaji maksimal Rp 1 juta per bulan, bahkan masih dipotong iuran BPJS. Angka ini jauh di bawah UMK Garut yang mencapai sekitar Rp 2,4 juta.

Sutan menilai, negara seharusnya mampu menggaji guru dengan standar hidup layak. “Indonesia bukan negara miskin. Kalau kita bisa membangun infrastruktur besar, seharusnya menggaji guru sesuai UMR bukan hal mustahil,” ujarnya. Ia juga mengkritik skema PPPK yang dinilainya justru menciptakan kelas baru dalam tubuh Aparatur Sipil Negara.

Ia mendorong agar seluruh guru diangkat menjadi ASN dengan standar kesejahteraan yang setara. Menurutnya, kebijakan pembedaan gaji berisiko menurunkan kualitas pendidikan nasional. “Guru adalah fondasi semua profesi. Dari tangan merekalah lahir pengusaha, pejabat, dan pemimpin bangsa,” kata Sutan.

Sutan meminta perhatian khusus Presiden RI Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk menepati janji kampanye terkait kesejahteraan guru honorer. “Darurat kekurangan guru sudah di depan mata. Kalau kesejahteraan tidak diperbaiki, krisis ini akan makin parah,” ujarnya.

Ia menegaskan, penghargaan terhadap guru tidak cukup dengan jargon “pahlawan tanpa tanda jasa”. Menurut dia, penghormatan sejati ditunjukkan lewat kebijakan yang memastikan para pendidik hidup layak. “Martabat guru harus diangkat, bukan hanya dipuji saat Hari Guru,” kata Sutan.

TimDK.

 

Post Views: 46
Tags: Pemerintahan Prabowo
Previous Post

TRC PPA Mengucapkan Terima Kasih – Foto DPO Tersangka Andy Jaya Sudah Sesuai Standar

Next Post

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Dumaring Kecewa, Dukungan Pemkab Berau Mandek Meski Ada Memo Bupati

Admin

Admin

Next Post
Ketua Koperasi Desa Merah Putih Dumaring Kecewa, Dukungan Pemkab Berau Mandek Meski Ada Memo Bupati

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Dumaring Kecewa, Dukungan Pemkab Berau Mandek Meski Ada Memo Bupati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Mei 5, 2025
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Januari 5, 2025
Diduga Tabrak Undang-undang untuk Muluskan Kenaikan Tarif Restribusi RSUD dr. Abdul Rivai, Benarkah..?   Ini Faktanya….! 👇👇👇

Tarif Restribusi Rawat Inap RSUD dr.Abdul Rivai Lebih Mahal Dibandingkan RSUD Wahab Syahrani dan RSUD Kanujoso Balikpapan, Segini Besarannya 👇👇👇

November 12, 2024
Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

April 22, 2025
Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

2
Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
Kapolrestabes Nyatakan Berantas Judi, Namun Aktivitas Mesin Ikan “GBM 99” di Medan Utara Masih Marak

Kapolrestabes Nyatakan Berantas Judi, Namun Aktivitas Mesin Ikan “GBM 99” di Medan Utara Masih Marak

April 16, 2026
Krisis BBM di Wahau Kutim: Warga Serbu SPBU, Harga Melambung hingga Rp20 Ribu per Liter Dipengecer

Krisis BBM di Wahau Kutim: Warga Serbu SPBU, Harga Melambung hingga Rp20 Ribu per Liter Dipengecer

April 16, 2026
Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan dari Divisi Humas Polri

Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan dari Divisi Humas Polri

April 16, 2026
Ceria Belajar Bersama Brimob, Siswa SD Rasakan Serunya Outdoor Learning

Ceria Belajar Bersama Brimob, Siswa SD Rasakan Serunya Outdoor Learning

April 16, 2026

Recent News

Kapolrestabes Nyatakan Berantas Judi, Namun Aktivitas Mesin Ikan “GBM 99” di Medan Utara Masih Marak

Kapolrestabes Nyatakan Berantas Judi, Namun Aktivitas Mesin Ikan “GBM 99” di Medan Utara Masih Marak

April 16, 2026
Krisis BBM di Wahau Kutim: Warga Serbu SPBU, Harga Melambung hingga Rp20 Ribu per Liter Dipengecer

Krisis BBM di Wahau Kutim: Warga Serbu SPBU, Harga Melambung hingga Rp20 Ribu per Liter Dipengecer

April 16, 2026
Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan dari Divisi Humas Polri

Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan dari Divisi Humas Polri

April 16, 2026
Ceria Belajar Bersama Brimob, Siswa SD Rasakan Serunya Outdoor Learning

Ceria Belajar Bersama Brimob, Siswa SD Rasakan Serunya Outdoor Learning

April 16, 2026

Browse by Category

  • Ancol
  • Bible Practice Today
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Internasional
  • Internasional
  • Jumat Berkah
  • Kejaksaan RI
  • Kemendagri
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Mahkamah Agung RI
  • Mahkamah Agus RI
  • Maritim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwaisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI & POLRI
  • TRCPPA Indonesia

Recent News

Kapolrestabes Nyatakan Berantas Judi, Namun Aktivitas Mesin Ikan “GBM 99” di Medan Utara Masih Marak

Kapolrestabes Nyatakan Berantas Judi, Namun Aktivitas Mesin Ikan “GBM 99” di Medan Utara Masih Marak

April 16, 2026
Krisis BBM di Wahau Kutim: Warga Serbu SPBU, Harga Melambung hingga Rp20 Ribu per Liter Dipengecer

Krisis BBM di Wahau Kutim: Warga Serbu SPBU, Harga Melambung hingga Rp20 Ribu per Liter Dipengecer

April 16, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In