*BEKASI* – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno SM, menyerukan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas dan bebas pungutan liar dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, Sabtu (2/5/2026).
Dalam pernyataan resminya, Nyumarno mengutip dua tokoh besar. Pertama, Nelson Mandela: _“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.”_
Kedua, ia juga mengutip Bung Karno: _“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”_
Menurut Nyumarno, kutipan Soekarno itu menegaskan bahwa kekuatan bangsa terletak pada pendidikan generasi muda. Ia menegaskan, pendidikan adalah pilar utama untuk membangun bangsa yang berdaulat, berkeadilan, dan berkepribadian.
“Setiap anak di Kabupaten Bekasi, baik yang tinggal di perkotaan maupun pelosok desa, berhak mendapatkan kesempatan belajar yang sama. Pemerintah daerah bersama DPRD harus hadir memastikan guru sejahtera, sarana-prasarana layak, dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman,” kata Nyumarno.
Nyumarno juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah pendidikan di Kabupaten Bekasi. Ia menyebut ketimpangan fasilitas, kekurangan tenaga pendidik, hingga angka putus sekolah sebagai isu yang harus ditangani serius.
“Momentum Hardiknas 2026 ini harus menjadi evaluasi. Masalah-masalah ini perlu ditangani dengan kebijakan konkret, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Fraksi PDI Perjuangan, kata dia, berkomitmen mengawal anggaran pendidikan agar benar-benar berpihak kepada rakyat. Nyumarno meyakini pendidikan yang kuat akan melahirkan generasi Bekasi yang cerdas, berkarakter, dan siap membangun daerahnya.
Ia menutup pernyataannya dengan seruan: _“Merdeka belajar. Merdeka berpendidikan. Untuk Indonesia yang berdikari.”_**














