Tanjung Selor, [18/10/2025] — Suasana Lapangan Ahmad Yani, Tana Regant, tampak semarak ketika Pasukan Merah Serdaduq Adat Regant Tatau memulai pawai budaya dengan berjalan kaki mengelilingi Kampung Arab menuju Tugu Cinta Damai, Sabtu (18/10/2025).
Ratusan warga memadati rute pawai untuk menyaksikan langsung atraksi adat khas Pasukan Merah, yang dikenal dengan tradisi pengiris tubuh sebagai simbol keteguhan, keberanian, dan pelestarian budaya leluhur. Sepanjang perjalanan, anggota pasukan memperagakan aksi mengiris-iris bagian tubuh seperti lengan dan leher menggunakan senjata tradisional tanpa mengalami luka berarti.
Tak kalah menarik, kelompok Srikandi dari pasukan turut menampilkan aksi serupa, dengan mengiris lidah pipih, leher, serta lengan mereka sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai spiritual dan kepercayaan adat. Seluruh aksi berlangsung tertib, aman, dan tanpa insiden cedera hingga rombongan tiba di Tugu Cinta Damai sebagai titik akhir pawai.
Ketua Panitia Pawai Budaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan Festival Budaya Tatau, yang bertujuan melestarikan tradisi lokal dan mempererat persaudaraan antarwarga.
“Atraksi ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan ritual simbolik untuk menunjukkan keberanian, kesucian niat, dan kekuatan spiritual masyarakat Regant,” ujarnya.
Pawai budaya ini diakhiri dengan doa bersama di pelataran Tugu Cinta Damai sebagai tanda rasa syukur dan harapan akan perdamaian serta kerukunan masyarakat adat.***
Jurnalis Kaltara: Ibrahim
Editor: Marihot















