Teguh Masyarakat Peduli Pendidikan asal Kab. Kebumen
Jakarta,- Pengamat pendidikan dari Kabupaten Kebumen menyatakan bahwa kasus dugaan korupsi dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Mahasiswa di Kebumen adalah “alarm keras” bagi aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap oknum oknum dunia pendidikan yang terlibat, hal ini ia katakan pada awak media menanggapi kerasnya berita yang beredar di media sosial maupun di masyarakat terkait penyelewengan atau dugaan korupsi Kartu Indonesia Pintar untuk kuliah di beberapa kampus yang ada di Kebumen Minggu (31/1/2026)
Teguh juga menekankan bahwa pengawasan ketat dalam penyaluran dana pendidikan sangat diperlukan untuk mencegah praktik korupsi seperti yang sedang disorot masyarakat Kebumen dibeberapa Kampus di Kebumen.
Pengamat pendidikan asal Kebumen ini juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat dan penegakan hukum yang transparan untuk mencegah korupsi di sektor pendidikan.
Teguh menegaskan Korupsi di sektor pendidikan dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia dan menghambat kemajuan negara.
Dalam keterangan dijelaskan ada kemungkinan oknum Dewan Provinsi juga bermain bersama Rektor Kampus yang melibatkan Petinggi Partai di Kebumen. Penyalahgunaan jabatan sebagai keuntungan pribadi ungkap Teguh.
Lebih lanjut ia menjelaskan besaran angka yang merugikan negara adalah :
Per siswa 1,8 JT per semester dlm 1 semester 3,6 juta per siswa, patut di duga sekitar kisaran 150 siswa yang di potong.yang baru ke deteksi…3,6 jt× 150 sekitar ~540 JT × 3 tahun dalam kurun waktu 3 th sekitar 1,5 M ungkap Teguh.
Teguh juga menambahkan bahwa korupsi di sektor pendidikan adalah kejahatan terhadap masa depan bangsa. “Dana KIP Mahasiswa adalah investasi untuk masa depan anak-anak kita, generasi penerus estafet kepemimpinan Bangsa, tapi malah digunakan untuk kepentingan pribadi. Ini adalah tindakan yang sangat tidak bermoral,” katanya.
“Saya berharap aparat penegak hukum dalam hal ini baik Kepolisian ataupun Kejaksaan dapat bertindak tegas dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku korupsi. Kita harus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan kita,” kata Teguh.
Kasus korupsi KIP Mahasiswa di Kebumen ini telah menimbulkan kemarahan dan kekecewaan di kalangan masyarakat.
Saya mewakili Masyarakat Kebumen berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas dan pelaku korupsi dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku, jika perlu Sampai ke KPK maupun Kejagung saya siap kawal kasus ini pungkas Teguh.(DW)















