BALIKPAPAN — Polda Kalimantan Timur tidak sekadar memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, tetapi menegaskan komitmen kuat dalam menjaga masa depan bangsa melalui pembinaan generasi muda dan penguatan keamanan nasional.
Upacara yang digelar di Lapangan Mapolda Kaltim, Rabu (20/5/2026), dipimpin Irwasda Polda Kaltim Kombes Pol Aloysius Suprijadi, S.I.K., M.H., dan diikuti seluruh jajaran sebagai simbol kesiapan institusi menghadapi tantangan zaman.
Dalam amanatnya, Irwasda menegaskan bahwa tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” adalah peringatan keras bahwa masa depan Indonesia tidak boleh dibiarkan rapuh oleh pengaruh negatif.
“Generasi muda harus dijaga, dibina, dan diperkuat. Ini bukan pilihan, tetapi keharusan jika bangsa ini ingin tetap berdiri kokoh,” tegasnya.
Ia menyoroti bahwa ancaman terhadap bangsa kini semakin kompleks dan nyata. Tidak hanya dalam bentuk konvensional, tetapi juga melalui ruang digital yang menjadi ladang subur penyebaran hoaks, intoleransi, radikalisme, hingga kejahatan lintas negara.
Menurutnya, jika tidak ditangani secara serius, ancaman tersebut berpotensi merusak persatuan dan melemahkan sendi-sendi kebangsaan.
Karena itu, Irwasda menegaskan seluruh personel Polda Kaltim tidak boleh lengah. Profesionalisme harus ditingkatkan, pelayanan kepada masyarakat harus diperkuat, dan deteksi dini terhadap gangguan kamtibmas wajib dioptimalkan tanpa kompromi.
“Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi sebagai benteng bangsa yang menjaga generasi muda dari ancaman nyata, baik di dunia nyata maupun digital,” ujarnya dengan tegas.
Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah kunci utama. Setiap personel dituntut menjaga integritas, bekerja presisi, dan hadir sebagai pelindung yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di akhir amanatnya, apresiasi disampaikan kepada seluruh jajaran Polda Kaltim atas dedikasi menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Namun, ia menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat lengah.
“Harkitnas harus menjadi alarm sekaligus pemicu. Kita tidak boleh lemah, tidak boleh lengah, dan tidak boleh kalah oleh tantangan zaman,” pungkasnya.
Jurnalis: Hmd.
Penerbit: Marihot.















