• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index
DerapKalimantan.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
  • Login
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
Home Nasional

Prabowo di Muktamar NU ke-35: “Kalau NU Rukun, Indonesia Rukun”

Presiden minta Nahdliyin jaga kekompakan. Di hari yang sama, ribuan orang berunjuk rasa di DPR Jakarta tuntut RUU Perampasan Aset

Admin by Admin
Agustus 30, 2026
in Nasional
0
Prabowo di Muktamar NU ke-35: “Kalau NU Rukun, Indonesia Rukun”
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Baru kali ini pidato Presiden Prabowo Subianto tidak begitu terdengar di masyarakat. Ya karena ada tokoh masyarakat Pati yaitu mas Supriyanto alias Bothok, Pak Teguh, Pak Ali dan teman-teman yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) serta seluruh masyarakat yang hadir di depan gedung DPR RI Jakarta. Bahkan perwakilan dari AMPB diperbolehkan masuk ke gedung DPR RI untuk mengikuti sidang paripurna DPR RI yang membahas RUU Perampasan Aset Koruptor. Mengapa pidato Presiden tidak begitu terdengar di masyarakat saat pembukaan Muktamar ke-35 NU. Ya karena demo AMPB dan masyarakat di depan gedung DPR RI dan pembukaan Muktamar ke-35 NU waktunya bersamaan yaitu Kamis, 27 Agustus 2026.

Penulis sebagai orang NU, juga lebih memilih mengikuti demo di depan gedung DPR RI ketimbang mengikuti jalannya pembukaan Muktamar ke-35 NU. Lebih seru mengikuti demo penyampaian aspirasi rakyat ke anggota DPR RI. Lebih seru, asli dari rakyat tanpa ada rekayasa.

Sedangkan di acara Muktamar NU penuh dengan pemandangan kiai-kiai yang harus tampil elegan, wangi, dan tersenyum bahagia ketika bertemu penguasa. Bahkan para hadirin tampak terbawa euforia menyambut presiden, wakil presiden dan para menteri yang hadir di Denanyar Jombang Jawa Timur.

Seolah-olah para kiai dan hadirin menyambut dengan bangga bahwa yang hadir adalah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran adalah pilihan warga NU. Memang nyatanya dulu warga NU banyak yang diarahkan oleh pengurus struktural PBNU serta struktural di bawahnya untuk memilih paslon 02 (Prabowo Gibran) yang sekarang menjadi presiden dan wakil presiden.

Gara-gara kejadian warga Nahdliyyin diarahkan untuk memilih paslon 02 pada pilpres tahun 2024, banyak warga NU yang tidak rukun. Ada yang fanatik terhadap figur kiai sehingga apa yang diperintahkan oleh kiainya untuk memilih paslon 02 ya samikna wa atokna yang artinya “kami dengar dan kami patuh”. Tapi disisi lain ada warga Nahdliyyin yang diam-diam tidak suka dengan cara kiai-kiai dan pengurus struktural PBNU, PWNU, PCNU, WMCNU serta pengurus tingkat ranting yang terus membela Jokowi, Prabowo dan Gibran.

NU memang benar-benar pecah di era Rois Aam KH. Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Gus Yahya. Bahkan di media sosial nama NU jelek sekali. Banyak yang benci pada ormas NU, bahkan ada warga NU yang bergabung dengan Muhammadiyah. Atau tetap NU cuma amaliyahnya saja, perkataan dari pengurus PBNU sudah tidak digubris lagi. Apalagi ketika pengurus struktural PBNU dikasih ijin tambang, mereka lupa akan umatnya.

Sampai saat ini masih ada warga Nahdliyyin yang pro Prabowo dan Jokowi serta warga Nahdliyyin yang independen. Atau bahkan kecewa dengan kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU yang selalu pro dengan Jokowi. Padahal warga Nahdliyyin selalu ingat pesannya Gus Dur “NU jangan sampai lupa mengkritik pemerintah yang ada”. Hal ini disampaikan oleh Gus Dur saat Muktamar ke-30, tanggal 21 November 1999. Gus Dur juga berpesan dalam sambutannya: “Saya harapkan muktamirin melihat masalah ini dengan jernih dan menyadari bahwa Nahdlatul Ulama ini adalah sebuah organisasi agama yang juga menjalankan tugas memberikan kritik dan mengawasi jalannya pemerintahan dari sudut agama”, jelas Gus Dur.

Dari pesannya Gus Dur, kita warga Nahdliyyin bisa melihat dan mengamati, apakah kepemimpinan Gus Yahya selalu mengkritik pemerintah era Jokowi hingga Presiden Prabowo? Oh tidak. Gus Yahya dan para pengurus PBNU serta pengurus struktural di bawahnya malah bermesraan terus dengan pemerintah.

Hal ini yang menyebabkan akar rumput atau warga NU saling bermusuhan gara-gara berbeda pandangan politiknya.

Tidak rukunnya warga Nahdliyyin terbaca oleh Presiden Prabowo Subianto, maka dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo berpesan agar warga NU bisa hidup rukun, karena kalau NU rukun maka Indonesia rukun”.

Benar sekali apa yang diucapkan oleh Presiden Prabowo Subianto, kalau warga NU rukun, Indonesia juga rukun. Sekarang yang menjadi pertanyaan: “apakah Nahdliyyin saat kepemimpinan Gus Yahya rukun? Kalau jawabnya tidak berarti rakyat Indonesia juga tidak rukun. Nyatanya setiap hari, di medsos selalu ditampilkan perbedaan pendapat antara orang yang pro pemerintah dengan yang tidak pro dengan pemerintah. Ada warga Nahdliyyin yang pro Gus Yahya ada juga yang tidak suka dengan Gus Yahya. Ya karena Gus Yahya sering membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak pada penguasa.

Pesan dari guru besar universitas terkemuka di Indonesia yang penulis hubungi kaitannya dengan kedekatan pengurus PBNU dengan penguasa. Beliau berpesan : “Jangan sampai ulama NU mendekati Istana daripada dekat dengan umat. Jangan sampai ulama sibuk berpolitik sehingga lupa memberi tuntunan kepada santri. Jangan sampai ulama lebih peduli memperkaya diri daripada memperjuangkan kesejahteraan umat”.

Semoga dengan adanya Muktamar ke-35 NU, harapan dari Presiden Prabowo Subianto bisa terwujud, terpilih Rois Aam dari kalangan kiai zuhud seperti para kiai masa lalu, dan terpilih Ketua Umum PBNU seorang ulama juga pengusaha yang dermawan. Sehingga bisa membawa warga Nahdliyyin yang rukun tentram tanpa harus ikut arus politik kekuasaan.(DW)

Sumber:

Nurul Azizah penulis buku “Dari Perempuan NU Untuk Indonesia” minat hub penulis.

Post Views: 49
Tags: #Berita Dalam Negeri
Previous Post

Usung Semangat “Paraikatte Kaltara”, H.Najamuddin dan H.Rahman Resmi Pimpin Pengurus KKBM Kaltara dan Tarakan Periode 2026–2031

Next Post

Sejak Awal Berdiri, Indonesia Sudah Mengakui Hak Beribadah Semua Umat dan Keyakinan

Admin

Admin

Next Post
Sejak Awal Berdiri, Indonesia Sudah Mengakui Hak Beribadah Semua Umat dan Keyakinan

Sejak Awal Berdiri, Indonesia Sudah Mengakui Hak Beribadah Semua Umat dan Keyakinan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Mei 5, 2025
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Januari 5, 2025
Diduga Tabrak Undang-undang untuk Muluskan Kenaikan Tarif Restribusi RSUD dr. Abdul Rivai, Benarkah..?   Ini Faktanya….! 👇👇👇

Tarif Restribusi Rawat Inap RSUD dr.Abdul Rivai Lebih Mahal Dibandingkan RSUD Wahab Syahrani dan RSUD Kanujoso Balikpapan, Segini Besarannya 👇👇👇

November 12, 2024
Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

April 22, 2025
Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

2
Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
Polres Langkat Edukasi Masyarakat Penguna Jalan, Dukung Operasi Patuh Toba 2026

Polres Langkat Edukasi Masyarakat Penguna Jalan, Dukung Operasi Patuh Toba 2026

November 2, 2026
Polsek Pangkalan Susu Gencarkan Patroli Dialogis, Wujudkan Kamtibmas Aman dan Kondusif

Polsek Pangkalan Susu Gencarkan Patroli Dialogis, Wujudkan Kamtibmas Aman dan Kondusif

November 2, 2026
Tindaklanjuti Surat Edaran Kapolri, Kapolda Sumut Akan Larang Seluruh Personel Pakai Vape

Tindaklanjuti Surat Edaran Kapolri, Kapolda Sumut Akan Larang Seluruh Personel Pakai Vape

November 2, 2026
DEMOKRASI TAK BOLEH DIBUNGKAM DENGAN KEKERASAN   PMII Desak Evaluasi Total Direksi PDAM Palopo

DEMOKRASI TAK BOLEH DIBUNGKAM DENGAN KEKERASAN  PMII Desak Evaluasi Total Direksi PDAM Palopo

November 2, 2026

Recent News

Polres Langkat Edukasi Masyarakat Penguna Jalan, Dukung Operasi Patuh Toba 2026

Polres Langkat Edukasi Masyarakat Penguna Jalan, Dukung Operasi Patuh Toba 2026

November 2, 2026
Polsek Pangkalan Susu Gencarkan Patroli Dialogis, Wujudkan Kamtibmas Aman dan Kondusif

Polsek Pangkalan Susu Gencarkan Patroli Dialogis, Wujudkan Kamtibmas Aman dan Kondusif

November 2, 2026
Tindaklanjuti Surat Edaran Kapolri, Kapolda Sumut Akan Larang Seluruh Personel Pakai Vape

Tindaklanjuti Surat Edaran Kapolri, Kapolda Sumut Akan Larang Seluruh Personel Pakai Vape

November 2, 2026
DEMOKRASI TAK BOLEH DIBUNGKAM DENGAN KEKERASAN   PMII Desak Evaluasi Total Direksi PDAM Palopo

DEMOKRASI TAK BOLEH DIBUNGKAM DENGAN KEKERASAN  PMII Desak Evaluasi Total Direksi PDAM Palopo

November 2, 2026

Browse by Category

  • Ancol
  • Berita
  • Bible Practice Today
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Internasional
  • Internasional
  • Jumat Berkah
  • Kejaksaan RI
  • Kemendagri
  • Kementerian ATR/BPN
  • KementerianATRBPN
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Mahkamah Agung RI
  • Mahkamah Agus RI
  • Maritim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwaisata
  • pemerintahan
  • Pemprov Kalimantan Utara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI & POLRI
  • Tokoh
  • TRCPPA Indonesia

Recent News

Polres Langkat Edukasi Masyarakat Penguna Jalan, Dukung Operasi Patuh Toba 2026

Polres Langkat Edukasi Masyarakat Penguna Jalan, Dukung Operasi Patuh Toba 2026

November 2, 2026
Polsek Pangkalan Susu Gencarkan Patroli Dialogis, Wujudkan Kamtibmas Aman dan Kondusif

Polsek Pangkalan Susu Gencarkan Patroli Dialogis, Wujudkan Kamtibmas Aman dan Kondusif

November 2, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In