Jakarta, 13 Agustus 2025 — Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, mendesak Presiden Prabowo Subianto agar memerintahkan seluruh menteri di Kabinet Merah Putih Bersatu untuk merumuskan solusi komprehensif penanganan banjir di DKI Jakarta.
Prof. Sutan, yang juga Presiden Partai Oposisi Merdeka dan pimpinan Ponpes ASS SAMA PLUS Jakarta, menilai masalah banjir telah menjadi persoalan menahun yang tidak kunjung terselesaikan, meskipun telah merugikan warga di lima wilayah Jakarta. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah terkesan mengabaikan persoalan tersebut, padahal banjir hampir selalu melanda kawasan padat penduduk setiap musim hujan.
Ia menyebut contoh di kawasan Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, di mana pemukiman permanen berdiri di bibir sungai sehingga mempersempit ruang resapan air dan menghilangkan produktivitas penghijauan.
Pernyataan ini disampaikan Sutan pada Rabu (13/8/2025) di kantor pusat Partai Oposisi Merdeka, Kalisari, Cijantung, Jakarta Timur, sehari setelah hujan lebat mengguyur Jakarta dari siang hingga menjelang magrib pada Senin (12/8/2025).
Sutan mengusulkan agar penanganan banjir tidak hanya dibebankan pada APBD DKI, tetapi juga didukung dana dari APBN melalui anggaran tidak terduga di setiap kementerian terkait. Ia menilai langkah ini penting agar solusi dapat dirumuskan secara terpadu dan tidak parsial.
“Resapan air di Jakarta hampir punah akibat tata kota yang semrawut dan pembangunan di bantaran sungai. Presiden harus memerintahkan seluruh menteri untuk bergerak bersama, karena ini bukan hanya masalah DKI, tapi masalah nasional,” tegas Sutan.***
Tim DK.
Narasumber: Prof. Sutan















