Jakarta, 9 Januari 2026 – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia menggelar program tahunan utama mereka pada tahun 2026 dengan tema “Saya Keliling Indonesia”. Program ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di setiap Polres se-Indonesia, khususnya yang berprestasi di mata masyarakat.
Perjalanan program dimulai dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada tanggal 2 Januari 2026, dengan peluncuran resmi di Jakarta pada hari ini.
BERAU JADI TITIK AWAL PERJALANAN “KELILING INDONESIA” – POLRES BERAU DINILAI BERPRESTASI DI MATA MASYARAKAT
Jeny Claudya Lumowa (Bunda Naomi), Ketua Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia, menyampaikan alasan pemilihan Berau: “Kita memilih Berau karena melihat komitmen yang tinggi dari Polres Berau. Tahun 2025 saja, unit PPA Polres Berau berhasil menangani lebih dari 50 kasus. Hasil survei masyarakat lokal menunjukkan bahwa Polres Berau termasuk dalam daftar Polres yang berprestasi di mata masyarakat, dengan tingkat kepuasan mencapai 85%.”
Pada kunjungan ke Polres Berau beberapa hari lalu, penghargaan telah diberikan kepada seluruh anggota unit PPA. Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, S.H., S.I.K., M.H. menyatakan terima kasih: “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami. Kami siap terus bekerja sama dengan Tim Reaksi Cepat. Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama yang baik dengan masyarakat.”
PROGRAM TAHUNAN YANG MENYENTUH SELURUH INDONESIA – FOKUS KE POLRES YANG BERPRESTASI DI MATA MASYARAKAT
Setelah Berau, tim akan melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia. Rencananya, pemberian penghargaan akan diselesaikan pada akhir Desember 2026, dengan target mengunjungi lebih dari 500 Polres dan memberikan penghargaan khusus kepada yang telah terbukti berprestasi di mata masyarakat.
Bunda Naomi jelas: “Program ‘Saya Keliling Indonesia’ bukan hanya tentang memberikan penghargaan, tetapi juga sebagai sarana evaluasi dan pembinaan langsung di lapangan.” Selama kunjungan, tim akan melakukan rapat koordinasi dengan unit PPA dan melakukan survei kepada masyarakat untuk mengukur tingkat kepuasan.
Indikator penilaian meliputi kecepatan penanganan kasus, akurasi proses penuntutan, kemampuan memberikan perlindungan kepada korban, kerja sama dengan stakeholder lokal, serta tingkat kepuasan masyarakat.
KOMITMEN TERUS MEMPERKUAT PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK
Bunda Naomi mengungkapkan bahwa selama perjalanan, Tim Reaksi Cepat akan menyebarkan edukasi tentang pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Beberapa kegiatan pendamping juga akan dilakukan di setiap daerah yang dikunjungi.
“Kita menyadari bahwa perlindungan perempuan dan anak tidak bisa dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum saja. Dibutuhkan kerja sama yang erat dari semua pihak. Polres yang berprestasi di mata masyarakat menjadi bukti bahwa kerja sama yang baik antara aparat dan masyarakat dapat menghasilkan hasil yang optimal,” tegasnya.
Perjalanan program “Saya Keliling Indonesia” telah resmi dimulai.
Hormat saya,
Jeny Claudya Lumowa (Bunda Naomi)
Ketua Nasional
Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia















