BALIKPAPAN — Proses seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 terus berjalan dengan menjunjung tinggi standar profesionalisme dan integritas. Sebanyak 40 calon peserta mengikuti tahapan Computer Assisted Test (CAT) untuk Uji Asesmen Mental Ideologi (AMI) dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) yang berlangsung di Laboratorium Komputer SMKN 4 Balikpapan, Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu fase penting dalam menyaring calon perwira Polri yang tidak hanya memiliki kecakapan akademik dan ketahanan fisik, tetapi juga kematangan karakter, integritas moral, serta komitmen kebangsaan yang kuat. Dari total peserta, tercatat 35 laki-laki dan 5 perempuan turut ambil bagian dalam tahapan tersebut.
Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol. Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., menegaskan bahwa pelaksanaan ujian dilakukan dengan sistem yang transparan dan akuntabel. Pengawasan berlapis, baik dari unsur internal maupun eksternal, diterapkan guna memastikan seluruh proses berjalan objektif dan bebas dari intervensi.
“Kami memastikan tidak ada ruang bagi praktik kecurangan, titipan, maupun bentuk investasi apa pun. Seluruh peserta memiliki peluang yang sama, ditentukan murni oleh kemampuan dan hasil yang dicapai,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh rangkaian seleksi mengacu pada prinsip BETAH—Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis—serta sistem clear and clean. Pendekatan ini menjadi wujud komitmen Polri dalam menghadirkan proses rekrutmen yang berintegritas, profesional, dan terpercaya.
Dengan tahapan seleksi yang semakin ketat dan sistematis, diharapkan para calon Taruna dan Taruni yang terpilih nantinya mampu menjadi perwira Polri yang tidak hanya unggul, tetapi juga berkarakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Jurnalis: Hmd.
Penerbit: Marihot.














