Tanjung Redeb, DerapKalimantan.com – 12 Agustus 2025, – Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Gedung Putih, pusat pemerintahan Kabupaten Berau. Dua bangunan penting milik pemerintah daerah, yakni Gedung Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan Gedung Kearsipan, tampak seolah tersembunyi di balik semak belukar yang dibiarkan tumbuh liar.
Fenomena ini terekam melalui kamera ponsel seorang warga yang melintas di kawasan tersebut. Dari hasil foto yang beredar, Gedung LPSE hanya terlihat sebagian atap dan papan nama, sementara Gedung Kearsipan di sisi lainnya juga tampak tertutup oleh tanaman liar.
Padahal, kedua gedung ini memiliki peran vital. LPSE berfungsi sebagai pusat kendali pelelangan proyek pemerintah secara elektronik, yang menuntut keamanan tinggi baik dari gangguan manusia maupun bencana. Sementara itu, Gedung Kearsipan bertugas menyimpan dan mengamankan dokumen-dokumen penting milik pemerintah daerah.
Sumber internal yang dihimpun tim jurnalis Derap Kalimantan menyebutkan, Gedung LPSE terletak tepat di belakang Gedung Rapat Terpadu Bapelitbang.
Aktivitas di dalamnya kerap sibuk karena menjadi pusat tender proyek pemerintah. Dugaan muncul bahwa kondisi semak belukar di sekitar gedung sengaja dibiarkan, agar lalu-lalang para perantara kontraktor saat proses lelang tidak terlalu terlihat oleh publik.
Sorotan tajam pun mengarah pada kinerja pimpinan OPD terkait, yang dinilai kurang memperhatikan kondisi lingkungan kantor. Situasi ini dinilai berbahaya, terutama di musim kemarau saat ini. Rerumputan kering berpotensi menjadi sumber api, sehingga risiko kebakaran meningkat.
“Kalau sampai terbakar, percuma saja imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk waspada karhutla, sementara di depan mata sendiri tidak ditangani,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Bupati Berau maupun kepala OPD terkait. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat membersihkan area tersebut demi keamanan dan kenyamanan fasilitas publik.***
Tim Investigasi DK – RED.















