BERAU, Kaltim — Di bawah kepemimpinan Kepala Kampung (Kakam) Alimuddin, Kampung Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, mengalami kemajuan pesat dalam pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat selama tiga tahun terakhir. Berbagai fasilitas publik, termasuk sarana olahraga dan jalan tani, terus dibangun guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.(17/6).
Pembangunan kampung ini didorong oleh optimalisasi penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Dana tersebut difokuskan untuk mendanai proyek-proyek prioritas yang mencakup pembangunan fisik maupun nonfisik, seperti infrastruktur jalan, drainase, serta program pemberdayaan ekonomi dan sosial warga.
Kakam Alimuddin menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan secara padat karya tunai, dengan melibatkan tenaga kerja lokal. “Kami mengutamakan keterlibatan warga dalam pelaksanaan proyek agar tercipta rasa memiliki dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Pendekatan padat karya ini tidak hanya membuka lapangan kerja sementara, namun juga mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan kampung. “Harapannya, pembangunan ini tidak semata soal infrastruktur, tetapi juga memutar roda ekonomi masyarakat,” tambah Alimuddin.
Salah satu proyek yang tengah dikebut adalah pembangunan pasilitas kampung, jalan tani dan drainase. Infrastruktur ini sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas warga di kebun, memperlancar akses hasil pertanian, dan mengurangi risiko banjir saat musim hujan. “Jalan tani menjadi urat nadi perekonomian warga kami,” tegas Alimuddin.
Di sisi lain, pembangunan juga menyasar sektor pendidikan dan sosial masyarakat. Program pelatihan, pemberdayaan perempuan, dan kegiatan pemuda menjadi bagian dari upaya menyeluruh dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kampung Sambakungan, Kec. Gunung Tabur.
Keterbukaan informasi dan transparansi menjadi prinsip utama dalam pengelolaan Dana Desa. Masyarakat dilibatkan dalam setiap tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. “Kami ingin pembangunan ini dirasakan merata dan tidak memunculkan kesenjangan,” jelas Alimuddin.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan agar tidak ada warga yang merasa tertinggal. Dengan pendekatan partisipatif ini, pemerintah kampung berkomitmen untuk membangun secara adil dan inklusif.
Pemerintah kampung juga rutin melakukan pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan secara terbuka kepada masyarakat. Hal ini sebagai wujud komitmen terhadap tata kelola desa yang bersih dan akuntabel.
Ke depan, Alimuddin berharap keberhasilan pembangunan yang telah dicapai dapat menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan kampung yang mandiri, maju, dan sejahtera. “Kami terus berupaya menjadikan Kampung Sambakungan sebagai contoh kampung yang tumbuh bersama warganya,” pungkasnya.
Jurnalis:Marihot.















