BERAU, DerapKalimantan.com— Gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Maloy–Talisayan mengakibatkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kerusakan tersebut terjadi pada Minggu, 25 Oktober 2026, setelah pohon tumbang menimpa jaringan transmisi di Desa Dumaring, Kecamatan Talisayan.
Berdasarkan laporan kondisi kelistrikan yang disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Timur, gangguan terjadi sekitar pukul 16.31 WITA. Hasil pemeriksaan di lapangan menemukan tiga tower transmisi roboh atau patah akibat tertimpa pohon.
Insiden tersebut berdampak terhadap pasokan listrik di wilayah Tanjung Redeb dan Talisayan. Tanjung Redeb menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan pemadaman mencapai sekitar 15 megawatt (MW) dari total beban listrik sebesar 45 MW.
Sementara itu, wilayah Talisayan mengalami pemadaman sekitar 1,1 MW dari total beban 3,5 MW.
Kerusakan tiga tower pada jalur transmisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pemulihan pasokan listrik. PLN kini melakukan mobilisasi tower darurat atau *emergency tower* untuk menggantikan sementara struktur transmisi yang roboh.
Dalam laporan tersebut, material tower darurat diharapkan tiba di lokasi pada 27 Oktober 2026. Pembangunan dan pemasangan tower darurat diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima hari, dengan target penyelesaian pada 1 November 2026.
Selama proses perbaikan berlangsung, masyarakat di wilayah terdampak dihadapkan pada gangguan pasokan listrik. Kondisi ini juga menjadi perhatian karena pemadaman berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta kegiatan pendidikan.
PLN Pasang Genset di Sejumlah Sekolah
Di tengah upaya pemulihan jaringan transmisi, PLN juga melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak pemadaman terhadap dunia pendidikan.
Langkah tersebut dilakukan dengan memasang generator set (genset) cadangan di sejumlah sekolah yang sedang menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Beberapa sekolah yang disebut telah mendapatkan dukungan genset tersebut antara lain SMAN 6 Berau, SMAN 11 Berau, dan SMAN 16 Berau.
Penyediaan sumber listrik cadangan ini diharapkan membantu kegiatan ujian tetap berlangsung di tengah gangguan pasokan listrik, meskipun efektivitasnya bergantung pada kapasitas genset dan kebutuhan listrik masing-masing sekolah.
Percepatan Pemulihan Menjadi Prioritas
PLN menyatakan tengah mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Kabupaten Berau. Mobilisasi tower darurat dan pembangunan kembali struktur transmisi menjadi bagian utama dari proses penanganan gangguan tersebut.
Masyarakat kini menantikan percepatan perbaikan agar pasokan listrik dapat kembali normal. Kepastian jadwal pemulihan juga penting bagi warga dan pelaku usaha untuk menyesuaikan aktivitas selama masa gangguan.
Di sisi lain, perkembangan penanganan perlu disampaikan secara berkala kepada masyarakat, terutama mengenai progres pemasangan tower darurat, kondisi pasokan listrik di wilayah terdampak, serta kemungkinan perubahan jadwal pemulihan apabila ditemukan kendala teknis di lapangan.
Hingga jaringan transmisi kembali beroperasi normal, koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, dan pihak terkait menjadi penting untuk meminimalkan dampak pemadaman terhadap masyarakat.
PLN turut memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses pemulihan jaringan transmisi dapat berjalan lancar dan krisis pasokan listrik di Kabupaten Berau segera teratasi.(**)
Red.















