Berau, Derap Kalimantan –
Pemandangan wajah ibu kota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, dinilai masih jauh dari kata tertata rapi. Di balik deretan inovasi pembangunan kota—mulai dari perbaikan drainase, trotoar, hingga keindahan Tepian Segah dengan tata lampu warna-warni—bentangan kabel semrawut justru menjadi sorotan utama para pelancong yang berkunjung.
Seorang wisatawan asal Batam, Abnur Sohib, mengungkapkan kritiknya saat ditemui di kawasan kuliner Tepian Segah, Jalan A. Yani, Jumat (3/10/2025) malam. Dengan logat khas Melayu Riau, ia menilai penataan kota akan sia-sia jika tidak diiringi langkah terkoordinasi, terutama dalam penertiban jaringan kabel yang merusak keindahan kota.
“Saya sudah puluhan kali datang ke Berau. Bagus memang kotanya, tapi kalau kabel Telkom, TV kabel, dan tiang PLN dibiarkan semrawut, miring-miring, semua usaha pemerintah jadi buang-buang duit,” ujarnya tegas.
Sorotan tersebut menggambarkan masih lemahnya koordinasi antarinstansi dalam mendukung wajah ibu kota Berau. Di satu sisi, pemerintah daerah telah berupaya mempercantik kota dengan berbagai inovasi, namun di sisi lain, infrastruktur utilitas seperti kabel dan tiang listrik justru mengurangi estetika yang diharapkan.
Kondisi ini menjadi ironi, mengingat Kabupaten Berau dikenal dengan julukan “Kota Sanggam”—yang dalam bahasa lokal berarti bagus atau indah. Julukan tersebut seharusnya mencerminkan tata kelola kota yang tertib, indah, dan berwibawa.
Masyarakat dan wisatawan berharap pemerintah daerah bersikap tegas. Koordinasi dengan PLN, Telkom, dan perusahaan penyedia jasa jaringan harus segera dilakukan untuk memastikan kabel udara dan tiang miring tidak lagi menjadi pemandangan yang mengganggu wajah kota.
Jika ketertiban tata ruang tidak dijaga dengan konsisten, cita-cita mewujudkan Tanjung Redeb sebagai kota indah dan magnet wisata akan sulit tercapai.***
Tim DK















