BALIKPAPAN – Mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang harmonis, serta menjaga kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan hubungan yang baik antara Polri dan warga. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Jumat Keliling yang dilaksanakan Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol. Rustam Mansur, S.I.K., M.M., di Masjid Jami Assu’adaa, Jalan Blora I No. 37, RT 26, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, Jumat (23/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Kaltim melaksanakan salat Jumat berjemaah bersama masyarakat dan para ulama. Ia didampingi Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., serta jajaran Satuan Lalu Lintas Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan.
Kehadiran jajaran kepolisian di tengah kegiatan keagamaan masyarakat menjadi momentum untuk mempererat hubungan persaudaraan, menumbuhkan kebersamaan, sekaligus menjaga komunikasi yang terbuka antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat.
Melalui kegiatan Jumat Keliling, silaturahmi tidak hanya dimaknai sebagai pertemuan dalam suasana ibadah, tetapi juga sebagai ruang untuk memelihara hubungan sosial yang dilandasi rasa saling menghormati, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam kehidupan bermasyarakat.
Kedekatan Polri dan Masyarakat Menjadi Fondasi Kebersamaan
Hubungan yang harmonis antara kepolisian, ulama, dan masyarakat memiliki arti penting dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif. Dalam hal ini, komunikasi yang baik menjadi salah satu unsur penting untuk membangun pemahaman bersama serta menjaga kerukunan di lingkungan masyarakat.
Melalui interaksi langsung dengan warga, Polri memiliki ruang untuk memperkuat kemitraan dan memahami dinamika kehidupan masyarakat. Sebaliknya, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk membangun komunikasi dengan kepolisian dalam suasana yang akrab, terbuka, dan saling menghargai.
Pendekatan humanis tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik melalui hubungan yang dibangun secara berkelanjutan. Kepercayaan masyarakat tidak hanya tumbuh dari kehadiran aparat, tetapi juga melalui pelayanan yang profesional, sikap yang santun, komunikasi yang terbuka, serta pelaksanaan tugas yang bertanggung jawab.
Karena itu, upaya menjaga kamtibmas perlu didukung oleh sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga. Peran bersama tersebut penting untuk menjaga persatuan, mencegah munculnya kesalahpahaman, serta memelihara suasana kehidupan yang damai dan harmonis.
Merawat Silaturahmi, Memperkuat Kepercayaan
Kegiatan Jumat Keliling di Masjid Jami Assu’adaa mencerminkan pentingnya menjaga hubungan baik antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan warga.
Silaturahmi yang terpelihara diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang positif, sehingga hubungan antara kepolisian dan masyarakat tidak hanya terjalin dalam pelaksanaan tugas keamanan, tetapi juga tumbuh melalui kebersamaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan serta sosial.
Pada akhirnya, keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Dengan komunikasi yang sehat, kerja sama yang baik, serta sikap saling menghormati, suasana aman dan damai dapat terus dijaga bersama.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan silaturahmi antara Polri, ulama, dan masyarakat di Kota Balikpapan semakin erat, sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
//Red/Hmd/















