DERAP KALIMANTAN. COM | MEDAN– Penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Medan tahun 2026 memperlihatkan satu hal penting yang jarang muncul secara kuat dalam pelayanan publik: konsistensi tata kelola yang dibangun melalui kolaborasi.
Hingga pemberangkatan Kloter 16 pada Sabtu (9/5/2026), operasional haji Sumatera Utara berjalan relatif tertib, minim gejolak, dan justru menuai banyak apresiasi dari berbagai kalangan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Koordinator PPIH Embarkasi Medan, Haji Sulaiman Harahap, bahkan secara terbuka memberikan apresiasi terhadap tata kelola pelayanan haji yang berjalan hingga Kloter 16.
Momentum ini tidak hanya menjadi catatan keberhasilan teknis penyelenggaraan haji, tetapi juga menghadirkan efek politik dan sosial yang lebih luas.
Di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik, keberhasilan operasional haji tahun ini dinilai ikut memperkuat citra kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebagai kepala daerah yang mendorong pola kerja kolaboratif dan berorientasi hasil.
Di lapangan, figur yang paling banyak mendapat sorotan adalah Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumut Zulkifli Sitorus.
Kepemimpinannya pada penyelenggaraan haji perdana di bawah struktur Kemenhaj dinilai berhasil menghadirkan pembaruan yang langsung dirasakan jamaah.
Menurut Haji Sulaiman Harahap berbagai inovasi yang diterapkan tahun ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan jamaah.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sejumlah perubahan memang terlihat nyata di lapangan, mulai dari distribusi kartu Nusuk langsung di embarkasi hingga pola pemberangkatan baru di Bandara Kualanamu yang membuat jamaah tidak lagi melalui jalur kargo, melainkan langsung masuk ke terminal internasional dan naik pesawat melalui garbarata.
Bagi jamaah lanjut usia, perubahan tersebut bukan sekadar teknis administratif. Itu adalah bentuk penghormatan terhadap kenyamanan dan martabat mereka sebagai tamu Allah.
Karena itu, respons positif bermunculan, baik dari jamaah, pembimbing haji, hingga tokoh masyarakat.(BIRO SUMUT) FZH














