Kabupaten Berau – Program Beasiswa Berau Cerdas yang digadang-gadang menjadi jembatan pendidikan bagi mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Berau, kini menuai sorotan. Pasalnya, proses seleksi dan distribusi beasiswa dinilai masih jauh dari prinsip transparansi dan akuntabilitas.(26/8).
Sejumlah mahasiswa mengeluhkan tidak adanya kejelasan ketika pendaftaran mereka ditolak. Tidak sedikit pendaftar yang merasa bingung karena tidak mendapat keterangan resmi mengenai alasan penolakan. Hal ini berbeda dengan program Beasiswa Kaltim Tuntas yang dijalankan pada masa Gubernur Isran Noor. Dalam program tersebut, setiap pendaftar yang gagal justru memperoleh penjelasan tertulis terkait alasan penolakan. Transparansi itu membuktikan bahwa keterbukaan dalam pengelolaan beasiswa sebenarnya bukan hal yang mustahil.
Salah satu mahasiswa bahkan menuturkan contoh nyata. Dua rekannya dengan administrasi lengkap dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) setara mengajukan permohonan beasiswa. Namun, hasilnya berbeda—satu dinyatakan lolos, sementara satunya lagi ditolak tanpa penjelasan.
“Kejadian seperti ini membuat banyak mahasiswa meragukan keadilan seleksi Beasiswa Berau Cerdas,” ucapnya.
Tak hanya soal seleksi, publik juga mempertanyakan distribusi anggaran beasiswa. Hingga kini belum ada kejelasan apakah seluruh penerima benar-benar mendapatkan haknya sesuai daftar yang diumumkan pemerintah. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar tentang sejauh mana komitmen pemerintah daerah memastikan hak pendidikan generasi muda terpenuhi.
Pengamat pendidikan lokal menilai, peran Dinas Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Berau sangat krusial dalam memastikan tata kelola beasiswa berjalan transparan. Mereka bukan hanya pelaksana teknis, melainkan juga penanggung jawab penuh atas keadilan dan akuntabilitas program tersebut.
“Ketertutupan yang terjadi sekarang mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian akses pendidikan yang adil,” katanya.
Dorongan agar sistem beasiswa lebih terbuka pun semakin kuat. Mahasiswa dan masyarakat meminta agar pemerintah daerah berani membuka detail proses seleksi, mulai dari kriteria penilaian, hasil seleksi, hingga alur penyaluran dana. Dengan begitu, publik bisa mengawasi secara langsung jalannya program dan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan.
Hanya dengan keterbukaan penuh, Beasiswa Berau Cerdas dapat kembali ke tujuan awalnya: memberikan kesempatan pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh generasi muda Berau, tanpa diskriminasi dan tanpa keraguan.***
Tim DK – RED















