• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index
DerapKalimantan.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
  • Login
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
Home Nasional

Motor Listrik dan Kaus Kaki disorot GMNI, Belanja Negara Dipertanyakan

Admin by Admin
April 14, 2026
in Nasional, Politik
0
Motor Listrik dan Kaus Kaki disorot GMNI, Belanja Negara Dipertanyakan
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,-Pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan. Di sisi lain, penggunaan anggaran Rp 6,9 M oleh BGN untuk belanja kaus kaki memunculkan perhatian masyarakat. Dua kebijakan ini membuka kembali pertanyaan, ke mana arah prioritas anggaran negara sebenarnya ditujukan.

Ketua Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat GMNI, Dhipa Satwika Oey, menilai dua kebijakan ini tidak bisa dilihat secara terpisah, menurut dia, publik cenderung melihatnya sebagai rangkaian keputusan yang memperlihatkan cara negara menyusun prioritas.

Pengadaan motor listrik dalam program MBG, kata Dhipa, semestinya memiliki keterkaitan langsung dengan tujuan utamanya program, yaitu pemenuhan gizi. Sementara itu, penggunaan anggaran miliaran rupiah untuk belanja kaus kaki oleh BGN memunculkan pertanyaan tentang relevansi di tengah kebutuhan lain yang lebih mendesak.

“Dalam situasi seperti sekarang, setiap keputusan anggaran akan selalu dibandingkan. Bukan hanya soal apa yang dibelanjakan, tapi apakah itu memang yang paling dibutuhkan,” ujar Dhipa.

Terkait pengadaan motor listrik, alasan kuat kepala BGN yang beredar menyebut:

“Program ini akan menjangkau daerah-daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional,”

 

Bagi Dhipa, alasan itu tidak cukup. Dia melihat ruang yang belum dijawab terkait efektivitas dan ketepatan sasaran.

 

“Kalau memang tujuannya untuk menjangkau daerah sulit, maka harus jelas dulu daerah mana yang benar-benar sulit dijangkau. Jangan disamaratakan semua, dan datanya harus dilihatkan ke publik, biar semua masyarakat bisa melihat dan menilai” kata dia.

 

Ia menekankan, kebijakan tidak bisa seragam. Wilayah dengan akses terbatas harus diperhatikan dan diprioritaskan, tetapi untuk wilayah yang masih dengan akses mudah, tidak serta-merta membutuhkan prioritas yang sama

 

“Bisa saja difokuskan hanya pada wilayah yang memang benar-benar membutuhkan. Daerah yang aksesnya sudah mudah, tidak perlu dipaksakan mendapat perlakuan yang sama. Di situ letak efisiensinya,” ujarnya.

 

Tanpa pemetaan yang jelas, kata dia, kebijakan berisiko melebar tanpa arah. Di titik itu, bukan hanya efektivitas yang dipersoalkan, tetapi juga ketepatan prioritas.

“Pertanyaannya bukan pada niatnya, tetapi pada ketepatan kebijakannya,” kata dia.

GMNI meminta pemerintah dan BGN membuka secara rinci dasar pengambilan keputusan, termasuk urgensi, skema pengadaan, serta efektivitas dari masing-masing kebijakan. Transparansi, menurut Dhipa, bukan sekedar pelengkap, melainkan salah satu syarat dasar dalam pengelolaan anggaran negara

“Kalau memang ada Urgensinya jelaskan, tapi kalau tidak, publik akan membaca ini sebagai sesuatu yang sangat tidak tepat sasaran,” kata dia.

Dalam beberapa waktu terakhir, isu efisiensi anggaran kembali menguat. Sejumlah kebijakan belanja negara menjadi perhatian karena dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan sensitivitas terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Dhipa mengingatkan, kepercayaan publik tidak dibangun dari kebijakan besar saja, tetapi dari akumulasi keputusan-keputusan yang dianggap konsisten atau sebaliknya.

“Kepercayaan publik itu bukan dibangun dari satu kebijakan besar saja. Tapi dari kumpulan keputusan-keputusan kecil, yang kalau konsisten akan menguatkan, kalau tidak, justru bisa meruntuhkan.” tutupnya

Motor listrik sudah berjalan, anggaran kaus kaki telah digunakan. Penjelasan pihak terkait, sejauh ini, tidak sepenuhnya menjawab. Di titik ini, publik tidak lagi sekedar melihat dua kebijakan yang berbeda, melainkan publik telah mulai membaca arah prioritas negara, dan ketika arah itu terasa menjauh dari kebutuhan rakyat, yang terjadi bukan hanya kritik saja, melainkan keraguan yang pelan-pelan berubah menjadi ketidakpercayaan.**

DW

Post Views: 10
Tags: GMNI
Previous Post

Kuasa Hukum Minta Kapoldasu Evaluasi Kinerja Kapolres Padanglawas

Next Post

Connie Bakrie Surati Prabowo: Tolak Blanket Overflight AS, Langit RI Bukan Jalur Perang Pihak Lain

Admin

Admin

Next Post
Connie Bakrie Surati Prabowo: Tolak Blanket Overflight AS, Langit RI Bukan Jalur Perang Pihak Lain

Connie Bakrie Surati Prabowo: Tolak Blanket Overflight AS, Langit RI Bukan Jalur Perang Pihak Lain

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Mei 5, 2025
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Januari 5, 2025
Diduga Tabrak Undang-undang untuk Muluskan Kenaikan Tarif Restribusi RSUD dr. Abdul Rivai, Benarkah..?   Ini Faktanya….! 👇👇👇

Tarif Restribusi Rawat Inap RSUD dr.Abdul Rivai Lebih Mahal Dibandingkan RSUD Wahab Syahrani dan RSUD Kanujoso Balikpapan, Segini Besarannya 👇👇👇

November 12, 2024
Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

April 22, 2025
Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

2
Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
Dari IT, Road Manager, hingga Pilot Helikopter, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda Resmi Pimpin Polsek Mamajang   

Dari IT, Road Manager, hingga Pilot Helikopter, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda Resmi Pimpin Polsek Mamajang  

April 15, 2026
Ratusan Massa FOKAL Luwu Raya Kepung Pengadilan Negeri Palopo, Putusan Ditunda Dua Pekan

Ratusan Massa FOKAL Luwu Raya Kepung Pengadilan Negeri Palopo, Putusan Ditunda Dua Pekan

April 15, 2026
Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Calon Penumpang KM Kelud

Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Calon Penumpang KM Kelud

April 15, 2026
Prof. Dr. Sutan Nasomal: Kementerian Harus Awasi Kampus di Seluruh Indonesia, Kasus Amoral Tidak Boleh Dibiarkan

Prof. Dr. Sutan Nasomal: Kementerian Harus Awasi Kampus di Seluruh Indonesia, Kasus Amoral Tidak Boleh Dibiarkan

April 15, 2026

Recent News

Dari IT, Road Manager, hingga Pilot Helikopter, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda Resmi Pimpin Polsek Mamajang   

Dari IT, Road Manager, hingga Pilot Helikopter, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda Resmi Pimpin Polsek Mamajang  

April 15, 2026
Ratusan Massa FOKAL Luwu Raya Kepung Pengadilan Negeri Palopo, Putusan Ditunda Dua Pekan

Ratusan Massa FOKAL Luwu Raya Kepung Pengadilan Negeri Palopo, Putusan Ditunda Dua Pekan

April 15, 2026
Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Calon Penumpang KM Kelud

Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Calon Penumpang KM Kelud

April 15, 2026
Prof. Dr. Sutan Nasomal: Kementerian Harus Awasi Kampus di Seluruh Indonesia, Kasus Amoral Tidak Boleh Dibiarkan

Prof. Dr. Sutan Nasomal: Kementerian Harus Awasi Kampus di Seluruh Indonesia, Kasus Amoral Tidak Boleh Dibiarkan

April 15, 2026

Browse by Category

  • Ancol
  • Bible Practice Today
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Internasional
  • Internasional
  • Jumat Berkah
  • Kejaksaan RI
  • Kemendagri
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Mahkamah Agung RI
  • Mahkamah Agus RI
  • Maritim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwaisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI & POLRI
  • TRCPPA Indonesia

Recent News

Dari IT, Road Manager, hingga Pilot Helikopter, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda Resmi Pimpin Polsek Mamajang   

Dari IT, Road Manager, hingga Pilot Helikopter, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda Resmi Pimpin Polsek Mamajang  

April 15, 2026
Ratusan Massa FOKAL Luwu Raya Kepung Pengadilan Negeri Palopo, Putusan Ditunda Dua Pekan

Ratusan Massa FOKAL Luwu Raya Kepung Pengadilan Negeri Palopo, Putusan Ditunda Dua Pekan

April 15, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In