Samarinda, DerapKalimantan.com — Bentuk kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh salah satu anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Hj. Syarifatul Sya’diah, S.Pd., M.Si. Pada Kamis (1/5/2025), beliau menyempatkan diri mengunjungi Asrama Putri Berau di Jalan Pramuka, Samarinda, guna menjenguk Nur Laila, mahasiswi Politani Samarinda asal Berau yang menjadi korban kecelakaan saat melakukan penelitian di Desa Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kunjungan tersebut menjadi momen penuh haru dan penghormatan bagi para mahasiswi asal Berau yang tinggal di asrama tersebut. Nur Laila baru saja menjalani operasi kaki di Rumah Sakit Dirgahayu setelah mengalami kecelakaan dalam pelaksanaan tugas kampusnya. Saat ini, ia masih dalam tahap pemulihan dan harus rutin menjalani kontrol medis.
Kedatangan Hj. Syarifatul tidak hanya sebagai bentuk dukungan moral, tetapi juga disertai bantuan yang diberikan secara langsung untuk membantu meringankan beban biaya pascaoperasi Nur Laila. Mahasiswi asal Berau yang tinggal di asrama menyambut hangat dan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas perhatian dan kepedulian tokoh masyarakat sekaligus wakil rakyat tersebut.
Iffah Karimah, salah satu perwakilan mahasiswi, menyampaikan bahwa dukungan Hj. Syarifatul memberikan semangat baru bagi mereka untuk terus semangat belajar. “Kehadiran beliau sangat memotivasi kami, khususnya dalam menghadapi tantangan sebagai perantau yang sedang menempuh pendidikan,” ujar Iffah.

Tak hanya Hj. Syarifatul, kepedulian juga datang dari Bapak Subroto, anggota DPRD Kabupaten Berau. Beliau turut merespon cepat kondisi Nur Laila dengan memberikan bantuan guna mendukung proses pemulihan selanjutnya. Bantuan ini menunjukkan sinergi antara wakil rakyat daerah dalam mendukung warganya yang sedang membutuhkan.
Informasi mengenai kecelakaan yang menimpa Nur Laila pertama kali tersebar melalui rekan-rekan mahasiswa/i asal Berau. Mereka prihatin dengan kondisi teman mereka dan segera menghubungi media untuk menyampaikan harapan akan bantuan biaya pengobatan yang cukup besar.
Gerakan solidaritas pun tumbuh dengan cepat. Mahasiswa asal Berau, baik dari asrama putra maupun putri, bergotong-royong menyebarkan informasi, menjalin komunikasi dengan para tokoh masyarakat, serta mengetuk hati para wakil rakyat untuk turut membantu sesama.
Bantuan dan dukungan yang diberikan tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga menjadi simbol bahwa semangat gotong royong dan solidaritas masih hidup dalam masyarakat. Kejadian ini mengingatkan bahwa rasa kemanusiaan harus terus dijaga, terlebih dalam situasi sulit seperti yang dialami Nur Laila.
“Semoga Nur Laila segera pulih dan bisa kembali mengikuti perkuliahan seperti sedia kala. Kami percaya, dengan dukungan dari banyak pihak, ia akan segera bangkit dan menyelesaikan studinya dengan baik,” tutup Iffah Karimah mewakili anak-anak Mahasiswi yang ada di Asrama Putri Berau, Samarinda. (**).
Jurnalis: Marihot















