Labuhan Deli, Medan – Sabtu, 14 Juni 2025 – Warga Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, kembali menyuarakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota Medan. Sudah tiga tahun lamanya infrastruktur jalan di kawasan tersebut tak kunjung mendapat perbaikan, khususnya di Jalan Ilyas yang kini dipenuhi lubang dan genangan air. Warga menilai pemerintah bersikap pilih kasih dalam pembangunan dan mengabaikan nasib masyarakat di wilayah mereka.
Pantauan tim Derap Kalimantan menunjukkan, kondisi jalan di kawasan tersebut sangat memprihatinkan. Kerusakan yang parah terlihat di sepanjang jalur penghubung Lorong 4 dan Lorong 5, termasuk di depan Lorong 2 dekat masjid. Saat hujan turun, lubang-lubang jalan tergenang air dan menjebak pengendara yang tak menyadari kondisi di bawahnya. Beberapa warga bahkan mengalami kecelakaan akibat tergelincir.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, mereka sudah sangat lelah berharap adanya perhatian dari pemerintah. “Sudah tiga tahun kami menunggu janji-janji perbaikan jalan, tapi tidak ada aksi nyata. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi keselamatan,” ujarnya saat diwawancara di lokasi.
Menurut warga, ketidakhadiran perbaikan infrastruktur menunjukkan kelalaian pemerintah dalam menjalankan tugasnya. Padahal, berdasarkan undang-undang, pemerintah daerah bertanggung jawab dalam merencanakan, membangun, memelihara, dan mengelola infrastruktur publik yang layak dan aman bagi masyarakat.
Kondisi ini memicu keresahan masyarakat luas. Jalan yang rusak tidak hanya menimbulkan kesan kumuh, tapi juga menghambat aktivitas sehari-hari warga yang bergantung pada akses jalan tersebut untuk bekerja, sekolah, dan berdagang. Mereka menilai Pemkot Medan seperti menutup mata terhadap penderitaan warga di wilayah pinggiran kota.
“Kami merasa dianaktirikan. Kenapa daerah lain bisa mulus jalannya, sementara kami di sini dibiarkan bertahun-tahun? Ini seperti tebang pilih,” tambah seorang warga lainnya yang juga enggan disebutkan namanya.
Kekecewaan warga bukan hanya ditujukan kepada Wali Kota Medan, tetapi juga kepada perangkat di tingkat kelurahan, kecamatan, dan anggota DPRD Kota Medan yang dianggap tidak menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. Mereka mempertanyakan, apakah infrastruktur di Sei Mati dianggap tidak penting bagi pembangunan kota?
Warga menilai perlu ada langkah cepat dan nyata dari pemerintah. Mereka berharap DPRD Kota Medan segera mengundang Wali Kota untuk melakukan hearing terbuka bersama warga Sei Mati, agar aspirasi dan keluhan masyarakat dapat didengar langsung oleh pemangku kebijakan.
“Kami hanya ingin keadilan pembangunan. Jangan pilih kasih. Warga Sei Mati juga berhak merasakan fasilitas yang layak. Kalau tidak segera diperbaiki, ini bisa menimbulkan korban lebih banyak,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Medan terkait kondisi jalan rusak di Sei Mati.
Warga berharap keluhan ini tidak kembali diabaikan. Mereka menunggu kepedulian dan aksi konkret dari Wali Kota Medan untuk turun langsung melihat kondisi jalan dan segera memprioritaskan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.
Ketika masyarakat terus merugi dan keselamatan terancam, saatnya pemerintah membuktikan bahwa mereka hadir bukan hanya saat kampanye, tetapi juga ketika rakyat membutuhkan uluran tangan nyata.*****
Bersambung…..
Jurnalis DK: Parlindungan.S
Penerbit: Marihot Moses S.















