Derapkalimantan.com – Jakarta Timur, DKI Jakarta – Amsal 10:19 – Dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan perkataannya adalah bijak.
Artinya bahwa kita harus berhati-hati dalam berbicara, karena kata-kata yang tidak dipertimbangkan dengan baik dapat membawa kesalahan dan kerugian.
Selanjutnya, jika harus berbicara berusahalah untuk berbicara dengan bijak dan tidak terlalu banyak bicara, sehingga kita dapat menghindari kesalahan & menunjukkan kebijaksanaan.
Ini juga dapat diartikan bahwa kita harus memiliki kontrol atas lidah kita dan tidak membiarkan kata-kata yang tidak bijak keluar dari mulut kita…vide see Amsal 18 :21.
Dan di ayat lain Amsal 17 : 27 Orang yang berakal menahan perkataannya, dan orang berjiwa tenang adalah orang yang berpengertian.
Saya ingat tulisan Prof.Komarudin Hidayat pada tahun 1999 berjudul hearing but not listening dalam sebuah media, saya ingat persis poinnya adalah jauh lebih baik kita jadi pendengar- listening daripada berbicara banyak, dengan demikian kita akan pintar bicara, sepertinya loginya tidak masuk akal, tapi itulah hikmatnya.
Lanjut kata Prof.Komarudin Hidayat kenapa kita harus lebih banyak mendengarkan karena Tuhan kita adalah Tuhan yang assami – maha mendengarkan, dan agar doa kita didengar Tuhan kitapun harus jadi pendengar yang baik, bukan sebaliknya.
Tapi itulah pengertiannya seperti dikatakan ayat diatas, lantas harus bagaima kita, ayat diatas menuntun kita harus menahan perkataan & banyaklah mendengarkan- listening agar kita pintar bicara & berpengertian.
Syalom
Tuhan memberkati semua
St.Jagirs















