Derapkalimantan.com – Jakarta Timur, DKI Jakarta – Mungkin judul dari renungan ini mengagetkan kita,bahkan bertanya apa bisa?
> Ayub 2:9
> Maka berkatalah isterinya kepadanya: Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!
Tuntutan Istrinya kepada Ayub…!
> Ayub 2:10
> Tetapi jawab Ayub kepadanya: Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.
Itu jawaban Ayub kepada Istrinya…!
Jadi waktu itu Ayub lagi sakit parah, kehilangan segalanya. Istrinya udah capek lihat penderitaannya, terus nyuruh Ayub buat nyerah dan ngutuk Tuhan aja😩.
Tapi Ayub milih tetap setia walau kondisinya hancur.
Mari kita renungkan dalam-dalam tauladan ini, dimana hal yang sama juga dilakukan Sarah kepada Abraham yang mengeluh dimana janji Tuhanmu Abraham sudah sekian lama saya menunggu😩?.
Ternyata perbuatan istri Ayub dan istri Abraham adalah doa
Apa syaratnya keluhan itu menjadi doa?mari kita perhatikan ayat diatas:
1.Ayub berkata jangan mau terima yang baik saja dari Allah,
2.Mendengar semua itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya,
3.Tantangan untuk tidak setia kepada Allah datang dari orang yang paling terdekat kita – bisa Istri, anak, saudara,mertua dll
The last buat not least: Kenapa dengan istri kita atau suami kita?keluhan mereka adalah doa buat kita, dan jangan marah atau berbuat dosa dengan bibir kita jangan marah kepada mereka. Ingatlah cara Ayub dan Abraham membalas keluhan Istri2 mereka🙏
Syalom
Tuhan memberkati semua
St.JAGIRS















