Derapkalimantan.com – Jakarta Timur, DKI Jakarta – Ayub 3:25 berbunyi: “Sebab yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang sangat mengkuhantui, itulah yang datang menimpa aku.”
Ayat ini adalah pengakuan Ayub dan menjadi kenyataan.
Banyak orang berkata tirulah Ayub, mungkin gampang sekali mengucapkan kata-kata itu, tetapi sesungguhnya marilah kita ambil hikmat dan bersyukur Ayub memberi pelajaran bagi kita.
Arti rohani dari ayat ini adalah Ayub mengungkapkan bahwa ketakutannya telah menjadi kenyataan. Dia telah mengalami kesulitan dan penderitaan yang sangat besar, dan dia merasa bahwa ketakutannya telah menjadi kenyataan.
Dalam konteks ini, Ayub sedang mengalami kesulitan yang sangat besar, termasuk kehilangan anak-anaknya dan penyakit yang dideritanya. Dia merasa bahwa Tuhan telah meninggalkan dia dan bahwa ketakutannya telah menjadi kenyataan.
Sanggupkah kita meniru Ayub, saya yakin tidak ada yang sanggup, lantas apa yang kita ambil dari Ayub?
Dari ayat ini juga dapat diartikan sebagai pengingatan dan tauladan bahwa ketakutan kita seringkali tidak berdasar, artinya yang tidak perlu kita takutkan, dan yang tidak perlu kita kawatirkan tapi itu merajai pikiran kita, dan bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih baik untuk kita.
Mengatasi takut dan yang menghantui adalah mempercayai Tuhan dengan segenap hati...vide see Jesaya 41 ayat 10…Janganlah takut dan jangan lah bimbang…Yohanes 14 ayat 27…Jangan lah kecut dan takut!
Syalom
Tuhan memberkati semua
St.Jagirs















