Jakarta – Minggu, (28/12/2025), – Di balik kebahagiaan sebuah keluarga muda asal Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tersimpan perjuangan panjang yang menguras tenaga, air mata, dan harapan. Pasangan Satriyo Subiatoro dan Meliana kini tengah berjuang demi keselamatan buah hati mereka, Putri Zoeya Lituhayu, bayi berusia delapan bulan yang didiagnosis menderita atresia bilier akibat infeksi Cytomegalovirus (CMV), penyakit langka yang menyerang hati dan berpotensi mengancam jiwa.
Zoeya, yang berasal dari Jalan M. Iswahyudi Gang Angsa RT 006, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, telah menjalani rangkaian pemeriksaan intensif di Jakarta selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Saat ini, Zoeya berada pada tahap penting dalam proses pengobatannya, yakni tindakan biopsi hati yang dilaksanakan pada 11 Desember 2025 di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Biopsi hati dilakukan untuk mengambil sampel jaringan hati guna mengetahui tingkat kerusakan organ tersebut sebagai dasar sebelum dokter melanjutkan ke tahap transplantasi hati, satu-satunya harapan medis bagi Zoeya untuk bertahan hidup.
Pihak keluarga menjelaskan bahwa setelah biopsi, Zoeya akan memasuki fase screening transplantasi hati. Namun, sebelum tahap tersebut, Zoeya diwajibkan menjalani program penggemukan badan. Berbeda dengan anak pada umumnya, peningkatan berat badan Zoeya tidak diukur dari berat tubuh, melainkan dari lingkar lengan, dengan standar minimal 13,5 sentimeter. Hal ini disebabkan kondisi perut anak penderita atresia bilier yang cenderung membesar akibat gangguan fungsi hati.
Untuk menunjang kebutuhan nutrisinya, dokter spesialis gastrohepatologi mewajibkan Zoeya mengonsumsi susu khusus gangguan hati Peptamen Junior. Dalam dua hari, Zoeya dapat menghabiskan satu kaleng susu berukuran 400 gram dengan harga sekitar Rp320 ribu per kaleng, sehingga dalam satu bulan dibutuhkan kurang lebih 16 kaleng susu.
Selain kebutuhan medis, Zoeya juga membutuhkan tempat tinggal yang steril dan layak selama berada di Jakarta. Anak dengan atresia bilier sangat sensitif terhadap lingkungan, cuaca, serta paparan orang banyak. Kondisi kesehatan yang menurun, seperti sakit atau kelelahan, dapat menghambat bahkan menggagalkan rangkaian pengobatan yang sedang dijalani.
Keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang telah diberikan, salah satunya dari KORPRI melalui Dinas Sosial Kabupaten Berau. Namun demikian, bantuan tersebut belum mencukupi untuk menutup seluruh kebutuhan biaya medis dan hidup selama di Jakarta.
Rencana transplantasi hati di RSCM diperkirakan membutuhkan biaya hingga ratusan juta, jumlah yang sangat besar bagi keluarga sederhana pasangan Satriyo dan Meliana, yang telah meninggalkan kampung halaman mereka di Berau demi pengobatan sang buah hati.
“Kami hanya bisa berharap pada kebaikan hati semua orang. Setiap detik sangat berharga untuk keselamatan Zoeya. Kami percaya masih banyak orang baik yang mau menolong anak kami,” ujar Satriyo dengan suara lirih kepada media ini.
Bagi masyarakat yang ingin membantu perjuangan Zoeya, donasi dapat disalurkan melalui:
🏦 Bank BNI
📄 Nomor Rekening: 1820070159
👤 Atas Nama: Meliana
📞 Kontak: 0822 2888 9664
Seluruh bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk biaya operasi, pengobatan, kebutuhan nutrisi, tempat tinggal, serta kebutuhan sehari-hari selama Zoeya menjalani perawatan di Jakarta.
Kisah Putri Zoeya Lituhayu menjadi potret nyata ketulusan cinta orang tua dalam menghadapi ujian besar kehidupan. Di usianya yang masih sangat belia, Zoeya berjuang untuk bertahan hidup, sementara kedua orang tuanya menggantungkan harapan pada kepedulian sesama.
Mari bersama seluruh masyarakat Berau, Kaltim dan Indonesia, kita satukan doa dan langkah untuk membantu menyelamatkan nyawa bayi yang baru mengenal dunia ini. Semoga kepedulian yang tumbuh dari kisah kecil Zoeya menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan masih hidup di hati kita semua, karena setiap kehidupan berhak mendapatkan kesempatan untuk sembuh dan tumbuh.***
Jurnalis: Tim DK Berau















