BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPKBPPA) resmi mengeluarkan Surat Himbauan Nomor 470/495/DPPKBPPA Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah. Kebijakan ini ditujukan kepada seluruh ayah, satuan pendidikan, instansi pemerintah, badan usaha, hingga perusahaan swasta di wilayah Kabupaten Berau.(19/12/2025)
Gerakan tersebut dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka fatherless di Indonesia. Berdasarkan data, satu dari empat keluarga atau sekitar 25,8 persen anak mengalami minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Kondisi ini berdampak pada berbagai persoalan perkembangan anak, seperti menurunnya prestasi akademik, munculnya perilaku agresif, hingga keterlibatan dalam perilaku berisiko.
Melalui gerakan ini, para ayah didorong untuk hadir secara langsung dalam proses pendidikan anak, salah satunya dengan mengambil rapor ke sekolah pada akhir semester. Kehadiran ayah dinilai sebagai momentum strategis untuk membangun komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah, sekaligus meningkatkan motivasi belajar serta kedekatan emosional anak.
Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah mulai dilaksanakan pada periode pembagian rapor Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026, yang berlangsung pada Jumat, Desember 2025, menyesuaikan dengan jadwal pengambilan rapor di masing-masing satuan pendidikan.
Program ini mendapat apresiasi positif dari para orang tua siswa. Salah satunya disampaikan oleh pemilik Media Derap Kalimantan yang secara langsung mendampingi putrinya saat mengambil rapor di SD Negeri 5 Teluk Bayur, Kampung Gunung Mas, Kecamatan Teluk Bayur. Saat ini, putrinya tercatat sebagai siswa kelas VI sekolah dasar tersebut.
Ia menilai, Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah merupakan langkah baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan memberikan dampak positif terhadap hubungan ayah dan anak.
Selain mempererat ikatan emosional, kehadiran ayah di lingkungan sekolah juga membuka ruang komunikasi langsung dengan guru, sehingga orang tua dapat memperoleh informasi dan masukan terkait perkembangan akademik maupun karakter anak.
Ia berharap gerakan ini dapat terus disosialisasikan dan dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Berau, sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam mendukung tumbuh kembang dan pendidikan anak. (***).
Jurnalis: Marihot















