Berau, Kalimantan Timur — Minggu, 12/10/2025, – Di balik kebahagiaan keluarga muda di Jalan M. Iswahyudi Gg. Angsa RT 006, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kab. Berau, terselip duka dan harapan besar. Pasangan Satriyo Subiatoro dan Meliana kini tengah berjuang demi kesembuhan buah hati mereka, Putri Zoeya Lituhayu, bayi berusia delapan bulan yang didiagnosis menderita atresia bilier akibat infeksi Cytomegalovirus (CMV) — penyakit langka yang menyerang hati dan berpotensi mengancam jiwa.
Hasil pemeriksaan dokter di Samarinda menunjukkan kondisi hati Zoeya mengalami pembengkakan parah dan tanda-tanda sirosis. dr. William, Spesialis Anak yang menangani kasus tersebut, menjelaskan,
“Zoeya merupakan satu-satunya pasien dari Berau yang didiagnosis atresia bilier akibat infeksi CMV. Tanpa transplantasi hati, fungsi organnya tidak akan kembali normal.”
Melihat kondisi itu, tim medis merekomendasikan tindakan transplantasi hati di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Namun, biaya operasi dan perawatan yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp250 juta, jumlah yang sangat berat bagi keluarga sederhana seperti Satriyo dan Meliana.
Pada Minggu pagi, dengan penuh haru, Yayasan Bibit Baik Berbagi memberangkatkan Zoeya bersama kedua orang tuanya dari Bandara Kalimarau, Berau, menuju Jakarta. Perwakilan yayasan, Eva Darsin, menyampaikan, “Kami dari Yayasan Bibit Baik Berbagi akan terus mendampingi sampai dana yang dibutuhkan terpenuhi pasti ada harapan. Kemanusiaan tidak mengenal suku, agama, ataupun status sosial.”
Selain memberikan bantuan kepada keluarga Zoeya, yayasan tersebut juga bekerja sama dengan Kitabisa.com untuk membuka donasi publik. Sinergi ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga selama masa pengobatan dan perawatan intensif di Jakarta.
“Setiap rupiah yang diberikan adalah secercah harapan bagi kehidupan seorang bayi mungil,” tambah Eva.
Kabar perjuangan kecil Zoeya pun menggugah banyak pihak. Bupati Berau sebagai pemerintah daerah diharapkan dapat turut memberikan dukungan, baik moral maupun bantuan dana.
“Kami berharap pemerintah daerah berperan aktif agar Putri Zoeya mendapat penanganan terbaik di Jakarta,” ujar Eva kepada media.
Seruan kemanusiaan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai komunitas sosial, organisasi perempuan, hingga masyarakat umum yang mulai bergerak menggalang donasi secara sukarela.
“Kasih sayang dan kepedulian sosial adalah wujud nyata dari kemanusiaan. Sekecil apa pun bantuan kita, akan sangat berarti bagi keselamatan nyawa bayi ini,”.
Di tengah keterbatasan, Satriyo dan Meliana sambil mengungkapkan rasa terimakasihnya dengan penuh haru kepada para donatur yang sudah memberi dan terus memanjatkan doa untuk kesembuhan sang buah hati semua ini berkat kerjasama seluruh masyarakat kab. Berau.
“Kami hanya bisa berharap pada kebaikan hati semua orang. Setiap detik sangat berharga untuk keselamatan Zoeya. Kami percaya masih banyak orang baik yang akan menolong anak kami,” ucap Satriyo lirih sebelum keberangkatan mereka ke Jakarta.
Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui:
🏦 Bank BNI — Nomor Rekening: 1820070159
👤 Atas Nama: Meliana
📞 Kontak: 0822 2888 9664
Seluruh bantuan akan digunakan untuk biaya operasi, pengobatan, serta kebutuhan sehari-hari selama perawatan di Jakarta.
Kisah perjuangan Putri Zoeya Lituhayu adalah cerminan ketulusan dan kekuatan cinta keluarga dalam menghadapi ujian besar. Mari bersama seluruh masyarakat Berau dan Indonesia, kita satukan doa dan langkah untuk membantu menyelamatkan nyawa bayi yang baru mengenal dunia ini.
Semoga kepedulian yang tumbuh dari kisah kecil ini menjadi bukti bahwa kemanusiaan masih hidup di hati kita semua — karena setiap kehidupan berhak atas kesempatan untuk sembuh dan tumbuh.***
Tim DK Berau.















