Jakarta – Kamis 10 September 2026 – Dunia industri sedang berubah cepat. Siapa diam di tempat, dia akan tertinggal. PT Simenteknindo menegaskan hal itu lewat seminar bersejarah bertajuk “Unlocking AI Potential in Design, Build, and Run” di Holiday Inn Express JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang dihadiri 122 peserta dari berbagai perusahaan.
Kegiatan ini bukan sekadar pamer teknologi, melainkan peringatan sekaligus solusi: kecerdasan buatan bukan lagi kemewahan perusahaan raksasa, melainkan kebutuhan mendesak agar pabrik tetap hidup, efisien, dan bersaing. Tiga arah utama dibedah secara nyata: menyusun strategi AI yang langsung memberi keuntungan, menjaga mesin tetap andal lewat teknologi penggerak cerdas, serta mengubah data yang selama ini terbuang menjadi keputusan yang menghemat biaya.
Empat pakar andalan hadir membagikan wawasan: Alvin Kamal (CTO Simenteknindo), Jeon Nathaniel (AI Automation Expert), Livia Lim (Siemens Specialist Factory Automation), dan Rantho Pasaribu (Innomotics Product Sales Manager). Dukungan penuh dari Siemens Jerman dan Innomotics menjadi jaminan standar dunia yang dihadirkan langsung di Jakarta.
CEO Simenteknindo, Hendi, menyampaikan semangatnya: “Kami tidak datang sekadar berbagi ilmu, tapi mengajak semua melangkah bersama. AI harus dapat dijangkau dan diterapkan oleh siapa pun, bukan hanya mereka yang bermodal besar.”
Alvin Kamal menjawab keraguan soal biaya: “Investasi di awal memang terlihat besar, tapi itu bukan pengeluaran sia-sia. Setiap rupiah kembali lewat efisiensi yang terukur. Yang berisiko sebenarnya adalah tidak berubah sama sekali.”

Jeon Nathaniel mengingatkan tantangan yang sering luput dari perhatian: “Sistem lama yang tersendat dan data yang terpecah-pecah justru menjadi penghambat terbesar. Menyatukan itu adalah kunci agar AI bekerja luar biasa bagi perusahaan Anda.”
Livia Lim menegaskan bahwa di balik segala kecanggihan, manusia tetap pemegang kendali. “AI alat bantu yang hebat, tapi arah dan pengawasan tetap di tangan kita. Teknologi melengkapi, bukan menggantikan peran pemimpin.
(Red)















