Tanjung Redeb — Seorang pegawai RSUD Dr Abdul Rivai, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dikabarkan mengalami trauma setelah diduga menjadi korban ancaman dan pengejaran menggunakan senjata tajam (sajam) yang dilakukan oleh seorang oknum petugas keamanan (sekuriti) di lingkungan rumah sakit tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga korban berinisial SP salah seorang karyawan RSUD atas insiden yang dialaminya, terjadi pada Senin malam, 1 Juni 2026, sekitar pukul 22.19 WITA di area RSUD Dr Abdul Rivai, Tanjung Redeb.
Menurut keterangan keluarga, peristiwa bermula dari adanya perkelahian antara SP dan oknum sekuriti yang bertugas di rumah sakit tersebut. Selang satu menit kemudian, sekitar pukul 22.20 WITA, oknum sekuriti tersebut diduga mengambil dan membawa senjata tajam lalu mengejar SP di lingkungan tempat kerjanya.
Korban disebut berupaya menyelamatkan diri dari kejaran pelaku yang diduga hendak melakukan sesuatu dengan sajam yang digemgam. Beruntung, korban berhasil menghindar sehingga tidak mengalami luka akibat serangan tersebut.
Akibat kejadian itu, SP dikabarkan mengalami trauma dan ketakutan. Pihak keluarga menyatakan keberatan atas tindakan yang diduga mengarah pada ancaman akan nyawa SP dan meminta agar kasus ini ditangani secara serius oleh pihak berwenang dan menangemen RSUD.
Pihak keluarga korban: “Kami sangat keberatan atas tindakan yang dilakukan oknum sekuriti tersebut. Korban sampai saat ini masih mengalami trauma. Kami berharap ada penanganan hukum yang tegas dan evaluasi dari pihak rumah sakit terhadap vendor penyedia jasa keamanan,” ungkap salah satu anggota keluarga korban.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa oknum sekuriti tersebut sempat diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga korban, yang bersangkutan dikabarkan telah dilepaskan. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari aparat penegak hukum.
Keluarga korban juga mendesak manajemen RSUD Dr Abdul Rivai untuk mengambil langkah tegas terhadap vendor penyedia jasa keamanan yang menaungi oknum sekuriti tersebut. Mereka meminta dilakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya kejadian serupa yang berpotensi mengancam keselamatan pegawai maupun pengunjung rumah sakit.
Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, dr. Jusram, Sp.PD Direktur RSUD Dr Abdul Rivai direktur rumah sakit membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, penanganan kasus telah diserahkan kepada pihak yang berwenang.
Selain itu disampaikannya secara internal, sdh dilayangkan surat teguran kepada vendor dan evaluasi karyawan mereka, dalam menjawab pertanyaan dari awak media. “Benar, kasusnya sudah dialihkan dan ditangani oleh pihak yang berwajib,” singkatnya.
Kasus ini pun menjadi sorotan karena terjadi di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh tenaga kesehatan, pegawai, maupun masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.(**)
Tim DK.














