Medan, Seorang karyawan bernama ZK (24) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersengat listrik saat menjalankan tugasnya di sebuah perusahaan manufaktur plastik, PT Sumber Perkasa Plastik, yang berlokasi di kawasan industri KIM 2, Kota Medan, Sumatera Utara.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu pagi, 8 April 2026, sekitar pukul 07.00 WIB, saat korban memulai aktivitas kerja seperti biasa di bagian mesin produksi. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal yang enggan disebutkan identitasnya, korban saat itu tengah mengoperasikan panel listrik guna menghidupkan mesin produksi.
Dalam proses tersebut, korban diduga mengalami sengatan listrik bertegangan tinggi hingga menyebabkan kondisi kritis di lokasi kejadian. Rekan kerja yang mengetahui insiden tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis.
Jenazah korban kemudian dipulangkan ke rumah duka pada hari yang sama dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga.
PT Sumber Perkasa Plastik sendiri diketahui merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur produk plastik, yang memproduksi berbagai kebutuhan kemasan dan barang plastik untuk pasar industri maupun domestik di wilayah Sumatera Utara.
Peristiwa ini menimbulkan perhatian terkait aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan. Sejumlah pihak menilai pentingnya evaluasi terhadap prosedur operasional, terutama dalam pekerjaan yang berkaitan dengan instalasi listrik bertegangan tinggi.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen atau HRD perusahaan terkait insiden tersebut. Selain itu, belum diketahui secara pasti apakah peristiwa ini telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat guna mencegah terjadinya kecelakaan fatal di lingkungan industri, khususnya pada sektor yang memiliki risiko tinggi seperti pengoperasian listrik dan mesin produksi.
Tim Investigasi DK.















