Dumaring, Derap Kalimantan (30 Oktober 2025) — Pada hari Kamis, 30 Oktober 2025, telah berlangsung kegiatan Pelatihan Pengoperasian Drone bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) Dumaring Pesisir. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 30–31 Oktober 2025, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam memanfaatkan teknologi drone.
Pelatihan ini dibawakan oleh Tim ACR Management dan menyasar anggota KTH Dumaring Pesisir sebagai peserta utama. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Kampung Dumaring, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi drone, terutama dalam hal pengawasan, pemetaan, dan monitoring kawasan hutan.
Kepala Kampung Dumaring, Salehuddin, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anggota kelompok tani hutan.
“Pelatihan ini sangat membantu peningkatan SDM masyarakat Kampung Dumaring, terutama dalam hal pemantauan kawasan dan pemetaan lokasi hutan. Dengan kemampuan ini, pemetaan dapat membantu meminimalkan potensi konflik serta memudahkan pengawasan di lokasi yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Sementara itu, Jumadil, selaku Ketua Kelompok Tani Hutan Dumaring Pesisir sekaligus mitra program Kolaborasi Aksenta, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tim ACR Management atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Tim ACR Management yang telah memberikan pelatihan ini. Harapan kami, ke depan anggota KTH Dumaring Pesisir dapat mengoperasikan drone secara mandiri tanpa harus menggunakan jasa pihak luar, baik untuk keperluan pemetaan maupun pengawasan,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan pelatihan ini:
1. Kepala Kampung Dumaring
2. Sekretaris Desa Dumaring
3. Kasi Pemerintahan Kampung Dumaring
4. Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Dumaring
5. Ketua RT
6. Perwakilan Program Aksenta
7. Anggota Kelompok Tani Hutan Dumaring Pesisir
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam peningkatan kapasitas teknologi masyarakat lokal, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah kampung, kelompok tani, dan pihak swasta dalam menjaga serta memanfaatkan potensi kawasan hutan secara berkelanjutan.
Investigasi Kal-Tim Derap Kalimantan
Abdul Mansur















