Bandung, 10 Mei 2025 – Pakar hukum internasional, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., mengapresiasi langkah-langkah pro-rakyat yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), dalam upayanya membenahi berbagai persoalan sosial dan ekonomi di provinsi tersebut. Ia bahkan mendesak Presiden RI Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto untuk memberikan penghargaan atau reward atas kinerja Dedi Mulyadi yang dinilai berdampak signifikan bagi masyarakat.
Menurut Prof. Sutan, gebrakan yang dilakukan Dedi Mulyadi dalam menanggulangi kemiskinan, pengangguran, dan tingginya angka putus sekolah di Jawa Barat merupakan bentuk nyata kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. “Langkah ini sangat layak menjadi contoh bagi gubernur lain, terutama dalam kerangka Kabinet Merah Putih Indonesia Emas 2025,” tegasnya.
Dalam pernyataannya pada Sabtu, 10 Mei 2025, Prof. Sutan menyoroti betapa beratnya tantangan yang dihadapi Jawa Barat saat ini. Namun, menurutnya, Gubernur Dedi Mulyadi berhasil hadir langsung di tengah masyarakat, menyerap aspirasi melalui dialog terbuka, dan memberikan solusi konkret secara bertahap.
“Beliau tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi terjun langsung ke lapangan dengan rendah hati. Ini adalah bentuk kepemimpinan sejati yang dibutuhkan Indonesia,” ungkap Prof. Sutan yang dikenal sebagai tokoh nasional dan ulama.
Prof. Sutan juga menyatakan bahwa kehadiran pemimpin seperti Dedi Mulyadi adalah harapan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Sunda. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang memiliki kecerdasan, keberanian, dan hati penuh kasih, serta menjalankan prinsip ilmu padi—semakin berisi, semakin merunduk.
Sebagai penutup, Prof. Sutan menyampaikan doa dan harapan agar semakin banyak lahir pemimpin bertakwa dan unggul, yang mampu menyelesaikan persoalan di daerahnya dengan solusi tepat. Ia juga mengingatkan pentingnya percepatan kebangkitan ekonomi masyarakat Sunda, yang menurutnya sedang berada dalam kondisi yang tidak baik.
“Sangat berdosa besar para pemimpin bila membiarkan rakyatnya terus terjebak dalam kesulitan dan kelaparan,” pungkas Prof. Sutan.















