Berau, DerapKalimantan.com – Jalan poros M. Iswahyudi di wilayah Rinding, khususnya di RT 002, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, mengalami kerusakan parah yang membahayakan keselamatan pengendara. Sejumlah warga dan pengguna jalan mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau segera melakukan perbaikan permanen sebelum korban kecelakaan semakin banyak.
Jalan yang menjadi akses vital warga dan jalur ekonomi ini sudah lama dikeluhkan rusak. Permukaan jalan terlihat bergelombang, berlubang, hingga membentuk kubangan besar. Kondisi ini membuat para pengendara, terutama pengendara sepeda motor, sering terjatuh akibat kehilangan keseimbangan saat melintas.
Berdasarkan pantauan DerapKalimantan.com pada Selasa (7/5/2025), kerusakan jalan terlihat sangat serius. Di malam hari, risiko kecelakaan meningkat tajam akibat minimnya penerangan jalan dan permukaan jalan yang tidak rata. Beberapa kendaraan bahkan terlihat terjebak di kubangan yang dalam.
Sejumlah pengendara menyebut bahwa kondisi jalan ini sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan menyeluruh. “Sering kali hanya ditimbun, tapi sebentar saja sudah rusak lagi. Harusnya diaspal agar kuat dan tahan lama,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya roda dua, kendaraan berat seperti truk pengangkut alat berat juga kerap kesulitan melintasi jalan tersebut. Warga khawatir jika terus dibiarkan, bisa terjadi kecelakaan yang lebih fatal, terutama ketika kendaraan bermuatan berat kehilangan kendali di jalan yang miring dan tidak stabil.
Menurut warga, perbaikan yang selama ini dilakukan belum menyentuh akar persoalan. Metode tambal sulam dianggap hanya memperburuk kondisi jalan dalam jangka panjang. Mereka menuntut adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, khususnya dari PUPR Berau.
Desakan juga datang dari para pengguna jalan luar daerah yang melintasi kawasan tersebut. Mereka menilai, jalan poros Rinding seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena fungsinya yang vital sebagai jalur penghubung ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Kerusakan yang semakin meluas dinilai sebagai akibat dari lemahnya pengelolaan infrastruktur. Warga meminta agar pemerintah daerah tak hanya merespons laporan warga, tapi juga melakukan evaluasi menyeluruh atas kebijakan pemeliharaan jalan di Berau.
PUPR Kabupaten Berau diminta segera menurunkan tim teknis untuk melakukan survei dan perbaikan permanen berupa pengaspalan menyeluruh. Hal ini dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah jatuhnya korban dan kerugian ekonomi akibat akses yang terganggu.
Kerusakan jalan poros Rinding menjadi alarm bagi Pemkab Berau agar lebih serius mengelola dana infrastruktur dengan baik dan tepat sasaran. Warga berharap tidak ada lagi korban yang harus jatuh hanya karena kelalaian pemerintah dalam menangani jalan rusak.(*)
Jurnalis:Marihot















