• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index
DerapKalimantan.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
  • Login
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
Home Pariwaisata

Riri Satria Siapkan Empat Buku Sekaligus Pada Tahun 2026, Angkat Tema Teknologi, Kebudayaan, dan Kegelisahan Zaman

Admin by Admin
Maret 20, 2026
in Pariwaisata, Pendidikan
0
Riri Satria Siapkan Empat Buku Sekaligus Pada Tahun 2026, Angkat Tema Teknologi, Kebudayaan, dan Kegelisahan Zaman
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA– Pakar teknologi digital serta penulis dan esais, Riri Satria, tengah menyiapkan peluncuran empat buku terbarunya yang direncanakan terbit pada Mei 2026.

Keempat buku tersebut masing-masing berjudul “Bom Waktu”, “Gelombang Algoritma”, “Membingkai Kata-Kata”, serta “Kata, Rupa, dan Warna”, yang lahir dari proses panjang refleksi dan penelusuran ulang perjalanan intelektual penulis dalam beberapa tahun terakhir.

Seperti yang kita ketahui, Riri Satria adalah seorang Komisaris Utama pada sebuah BUMN, Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) yang menaruh perhatian besar dengan dunia teknologi digital, ekonomi dan bisnis, kebudayaan, kesenian, kesusastraan, serta filsafat.

Dalam keterangan resminya, Riri mengungkapkan bahwa proses penyusunan keempat buku ini tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui jeda panjang.

Setelah menerbitkan buku “Login Haramain” pada 2025 yang berangkat dari pengalaman personal selama menjalankan ibadah haji, ia memilih berjalan lebih perlahan, menengok kembali berbagai catatan dan tulisan yang tersebar sejak 2022 di berbagai platform digital.

“Tulisan-tulisan itu seperti jejak diri saya di masa lalu. Ada yang masih relevan, ada yang mentah, ada juga yang justru mengejutkan saya sendiri,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (20/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa periode 2022 menjadi titik penting dalam perjalanan kepenulisannya, dengan terbitnya dua buku sebelumnya, yakni “Metaverse” (kumpulan puisi) dan “Jelajah” (kumpulan esai kesusastraan).

Setelah itu, ia memasuki fase keheningan yang diibaratkannya sebagai “tanah yang sedang menunggu musim”.

Momentum Penyusunan Empat Buku

Momentum penyusunan empat buku ini mulai menguat pada Oktober 2025, usai perayaan ulang tahun komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM).

Dalam suasana hangat bersama para sahabat penulis, sebuah pernyataan ringan tentang rencana menerbitkan buku di tahun 2026 justru berubah menjadi komitmen yang serius.

Sejak saat itu, Riri mulai mengarsipkan, memilah, dan mengklasifikasikan tulisannya. Ia membedakan antara puisi dan esai, serta mengelompokkan esai berdasarkan tema besar seperti transformasi digital, kecerdasan buatan, kebudayaan, hingga kemanusiaan.

Dari proses tersebut, lahirlah empat naskah dengan karakter yang berbeda. “Bom Waktu” berisi puisi-puisi yang menangkap kegelisahan zaman, sementara “Gelombang Algoritma” membahas arus besar perubahan teknologi. Buku “Membingkai Kata-Kata” menjadi refleksi tentang proses menulis, dan “Kata, Rupa, dan Warna” merangkum gagasan tentang kebudayaan dan kemanusiaan.

Saat ini keempat naskah tersebut masih dalam tahap evaluasi oleh sejumlah penulis dan penyair para sahabatnya, antara lain Nunung Noor El Niel, Rissa Churria, Shantined, Emi Suy, serta Khairani Piliang.

Setelah itu, naskah akan melalui evaluasi akhir oleh Sofyan R.H. Zaid, pimpinan Taresi Books yang direncanakan menjadi penerbit keempat buku tersebut.

Salah satu tanggapan datang dari penyair Emi Suy yang telah membaca “Bom Waktu”. Ia menilai karya tersebut menghadirkan refleksi mendalam tentang kehidupan manusia di tengah laju zaman yang kian cepat.

“Membaca Bom Waktu seperti berdiri di tengah zaman yang bergerak terlalu cepat, lalu seseorang menepuk bahu kita dan berkata: ‘lihatlah lebih pelan’,” ujar Emi.

Ia menambahkan bahwa puisi-puisi dalam buku tersebut tidak hanya berbicara tentang teknologi dan pembangunan, tetapi juga menangkap kegelisahan manusia, ketimpangan, hingga kesunyian yang kerap terabaikan.

Menurutnya, Riri menulis dengan nada tenang namun memiliki daya ledak reflektif yang kuat. Puisi-puisinya tidak menggurui, melainkan menghadirkan pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang keadilan, masa depan, dan posisi manusia dalam arus peradaban modern.

Riri sendiri mengakui bahwa proses menuju penerbitan masih menyisakan perasaan lega sekaligus cemas. Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi kritik dan masukan dari para pembaca awal.

“Buku-buku ini bukan sekadar hasil menulis, tetapi bagian dari perjalanan panjang, yaitu mengumpulkan, memilih, meragukan, mempercayai, lalu merelakan,” tuturnya.

Meski belum mengetahui bagaimana karya-karyanya akan diterima publik, Riri menyimpan harapan sederhana agar buku-buku tersebut dapat menemukan pembacanya dan memberikan manfaat, sekecil apa pun.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, keempat buku tersebut akan resmi diluncurkan pada Mei 2026.(***)

Kontributor : Lasman Simanjuntak

Post Views: 70
Tags: #Berita Seni dan Budaya daya
Previous Post

DPW A-PPI Sumut Sambut Lebaran, Gelar Acara Buka Puasa Bersama dan Bagikan Parcel Untuk Anggota

Next Post

Sholat Idul Fitri 1447 H di Samarinda Utara Berlangsung Khidmat dan Tertib

Admin

Admin

Next Post
Sholat Idul Fitri 1447 H di Samarinda Utara Berlangsung Khidmat dan Tertib

Sholat Idul Fitri 1447 H di Samarinda Utara Berlangsung Khidmat dan Tertib

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Mei 5, 2025
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Januari 5, 2025
Diduga Tabrak Undang-undang untuk Muluskan Kenaikan Tarif Restribusi RSUD dr. Abdul Rivai, Benarkah..?   Ini Faktanya….! 👇👇👇

Tarif Restribusi Rawat Inap RSUD dr.Abdul Rivai Lebih Mahal Dibandingkan RSUD Wahab Syahrani dan RSUD Kanujoso Balikpapan, Segini Besarannya 👇👇👇

November 12, 2024
Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

April 22, 2025
Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

2
Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
Lahan Eks Lapangan Tenis Pemkab Berau Jadi Misteri, Publik Soroti Lambannya Penelusuran Aset

Lahan Eks Lapangan Tenis Pemkab Berau Jadi Misteri, Publik Soroti Lambannya Penelusuran Aset

Mei 19, 2026
𝐅𝐞𝐧𝐨𝐦𝐞𝐧𝐚 𝐉𝐚𝐧𝐣𝐢 P𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐭𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐧𝐢𝐭𝐢𝐚 𝐊𝐡𝐮𝐬𝐮𝐬 (𝐏𝐚𝐧𝐬𝐮𝐬) 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐃𝐏𝐑𝐃 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 M𝐞𝐧𝐲𝐞𝐥𝐢𝐝𝐢𝐤𝐢 𝐝𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 K𝐚𝐬𝐮𝐬 K𝐨𝐫𝐮𝐩𝐬𝐢 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐥𝐢 B𝐞𝐫𝐮𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 P𝐞𝐦𝐚𝐧𝐢𝐬 R𝐞𝐭𝐨𝐫𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 “𝐬𝐮𝐫𝐠𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠𝐚” 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 H𝐚𝐬𝐢𝐥 K𝐨𝐧𝐤𝐫𝐞𝐭. 

𝐅𝐞𝐧𝐨𝐦𝐞𝐧𝐚 𝐉𝐚𝐧𝐣𝐢 P𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐭𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐧𝐢𝐭𝐢𝐚 𝐊𝐡𝐮𝐬𝐮𝐬 (𝐏𝐚𝐧𝐬𝐮𝐬) 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐃𝐏𝐑𝐃 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 M𝐞𝐧𝐲𝐞𝐥𝐢𝐝𝐢𝐤𝐢 𝐝𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 K𝐚𝐬𝐮𝐬 K𝐨𝐫𝐮𝐩𝐬𝐢 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐥𝐢 B𝐞𝐫𝐮𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 P𝐞𝐦𝐚𝐧𝐢𝐬 R𝐞𝐭𝐨𝐫𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 “𝐬𝐮𝐫𝐠𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠𝐚” 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 H𝐚𝐬𝐢𝐥 K𝐨𝐧𝐤𝐫𝐞𝐭. 

Mei 19, 2026
Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Setinggi 2 Meter Disita

Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Setinggi 2 Meter Disita

Mei 19, 2026
Sinergi Perkuat Pemberitaan Berkualitas, DPW APPI Sumatera Utara Silaturahmi ke Fraksi PDIP DPRD Kota Medan

Sinergi Perkuat Pemberitaan Berkualitas, DPW APPI Sumatera Utara Silaturahmi ke Fraksi PDIP DPRD Kota Medan

Mei 19, 2026

Recent News

Lahan Eks Lapangan Tenis Pemkab Berau Jadi Misteri, Publik Soroti Lambannya Penelusuran Aset

Lahan Eks Lapangan Tenis Pemkab Berau Jadi Misteri, Publik Soroti Lambannya Penelusuran Aset

Mei 19, 2026
𝐅𝐞𝐧𝐨𝐦𝐞𝐧𝐚 𝐉𝐚𝐧𝐣𝐢 P𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐭𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐧𝐢𝐭𝐢𝐚 𝐊𝐡𝐮𝐬𝐮𝐬 (𝐏𝐚𝐧𝐬𝐮𝐬) 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐃𝐏𝐑𝐃 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 M𝐞𝐧𝐲𝐞𝐥𝐢𝐝𝐢𝐤𝐢 𝐝𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 K𝐚𝐬𝐮𝐬 K𝐨𝐫𝐮𝐩𝐬𝐢 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐥𝐢 B𝐞𝐫𝐮𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 P𝐞𝐦𝐚𝐧𝐢𝐬 R𝐞𝐭𝐨𝐫𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 “𝐬𝐮𝐫𝐠𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠𝐚” 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 H𝐚𝐬𝐢𝐥 K𝐨𝐧𝐤𝐫𝐞𝐭. 

𝐅𝐞𝐧𝐨𝐦𝐞𝐧𝐚 𝐉𝐚𝐧𝐣𝐢 P𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐭𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐧𝐢𝐭𝐢𝐚 𝐊𝐡𝐮𝐬𝐮𝐬 (𝐏𝐚𝐧𝐬𝐮𝐬) 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐃𝐏𝐑𝐃 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 M𝐞𝐧𝐲𝐞𝐥𝐢𝐝𝐢𝐤𝐢 𝐝𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 K𝐚𝐬𝐮𝐬 K𝐨𝐫𝐮𝐩𝐬𝐢 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐥𝐢 B𝐞𝐫𝐮𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 P𝐞𝐦𝐚𝐧𝐢𝐬 R𝐞𝐭𝐨𝐫𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 “𝐬𝐮𝐫𝐠𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠𝐚” 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 H𝐚𝐬𝐢𝐥 K𝐨𝐧𝐤𝐫𝐞𝐭. 

Mei 19, 2026
Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Setinggi 2 Meter Disita

Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Setinggi 2 Meter Disita

Mei 19, 2026
Sinergi Perkuat Pemberitaan Berkualitas, DPW APPI Sumatera Utara Silaturahmi ke Fraksi PDIP DPRD Kota Medan

Sinergi Perkuat Pemberitaan Berkualitas, DPW APPI Sumatera Utara Silaturahmi ke Fraksi PDIP DPRD Kota Medan

Mei 19, 2026

Browse by Category

  • Ancol
  • Bible Practice Today
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Internasional
  • Internasional
  • Jumat Berkah
  • Kejaksaan RI
  • Kemendagri
  • KementerianATRBPN
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Mahkamah Agung RI
  • Mahkamah Agus RI
  • Maritim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwaisata
  • Pemprov Kalimantan Utara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI & POLRI
  • TRCPPA Indonesia

Recent News

Lahan Eks Lapangan Tenis Pemkab Berau Jadi Misteri, Publik Soroti Lambannya Penelusuran Aset

Lahan Eks Lapangan Tenis Pemkab Berau Jadi Misteri, Publik Soroti Lambannya Penelusuran Aset

Mei 19, 2026
𝐅𝐞𝐧𝐨𝐦𝐞𝐧𝐚 𝐉𝐚𝐧𝐣𝐢 P𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐭𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐧𝐢𝐭𝐢𝐚 𝐊𝐡𝐮𝐬𝐮𝐬 (𝐏𝐚𝐧𝐬𝐮𝐬) 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐃𝐏𝐑𝐃 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 M𝐞𝐧𝐲𝐞𝐥𝐢𝐝𝐢𝐤𝐢 𝐝𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 K𝐚𝐬𝐮𝐬 K𝐨𝐫𝐮𝐩𝐬𝐢 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐥𝐢 B𝐞𝐫𝐮𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 P𝐞𝐦𝐚𝐧𝐢𝐬 R𝐞𝐭𝐨𝐫𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 “𝐬𝐮𝐫𝐠𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠𝐚” 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 H𝐚𝐬𝐢𝐥 K𝐨𝐧𝐤𝐫𝐞𝐭. 

𝐅𝐞𝐧𝐨𝐦𝐞𝐧𝐚 𝐉𝐚𝐧𝐣𝐢 P𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐭𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐧𝐢𝐭𝐢𝐚 𝐊𝐡𝐮𝐬𝐮𝐬 (𝐏𝐚𝐧𝐬𝐮𝐬) 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐃𝐏𝐑𝐃 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 M𝐞𝐧𝐲𝐞𝐥𝐢𝐝𝐢𝐤𝐢 𝐝𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 K𝐚𝐬𝐮𝐬 K𝐨𝐫𝐮𝐩𝐬𝐢 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐥𝐢 B𝐞𝐫𝐮𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 P𝐞𝐦𝐚𝐧𝐢𝐬 R𝐞𝐭𝐨𝐫𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 “𝐬𝐮𝐫𝐠𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠𝐚” 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 H𝐚𝐬𝐢𝐥 K𝐨𝐧𝐤𝐫𝐞𝐭. 

Mei 19, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In