BALIKPAPAN – Satgas Pangan Polda Kalimantan Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pandan Sari, Kota Balikpapan, Jumat (4/9/2026).
Sidak dilaksanakan secara terpadu oleh Ditreskrimsus Polda Kaltim bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Balikpapan serta Bulog Kaltim-Kaltara. Tim turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan stok, memantau perkembangan harga, sekaligus memastikan distribusi bahan pangan berjalan normal.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif dan pengawasan secara berkelanjutan guna mencegah terjadinya gangguan terhadap stabilitas pangan yang dapat berdampak langsung kepada masyarakat.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mendatangi sejumlah pedagang dan kios untuk mengecek harga jual serta ketersediaan berbagai komoditas kebutuhan pokok. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok bahan pokok di Pasar Pandan Sari secara umum masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, Satgas Pangan menemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas, antara lain beras, daging beku, daging sapi segar, dan daging ayam. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kenaikan tersebut masih berada dalam batas kewajaran dan belum menunjukkan lonjakan harga yang signifikan.
Harga beras jenis Mangga yang sebelumnya berada di kisaran Rp84.000 naik menjadi Rp89.000. Sementara daging ayam potong mengalami kenaikan dari sekitar Rp76.000 menjadi Rp85.000 per ekor.
Untuk daging sapi segar, harga sebelumnya berada di kisaran Rp135.000 per kilogram, sedangkan hasil pemantauan terbaru menunjukkan harga berkisar Rp140.000 hingga Rp145.000 per kilogram.
Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim menegaskan bahwa perkembangan harga akan terus dipantau secara intensif, terutama terhadap komoditas yang mengalami kenaikan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan perubahan harga tetap berada dalam kondisi wajar serta tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengambil keuntungan secara tidak semestinya.
Di sisi lain, kondisi pasokan pangan secara keseluruhan masih terpantau stabil. Jalur distribusi juga berjalan normal dan belum ditemukan adanya kondisi yang mengarah pada kelangkaan bahan pokok.
Polda Kaltim bersama instansi terkait tidak akan lengah dalam mengawal stabilitas pangan. Pemantauan terhadap harga, stok, dan distribusi akan dilakukan secara berkala di sejumlah pasar guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Pengawasan tersebut sekaligus menjadi langkah tegas untuk mengantisipasi potensi penimbunan, permainan harga, maupun gangguan distribusi yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu stabilitas pangan daerah.
Satgas Pangan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas. Setiap perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok akan menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya indikasi pelanggaran.
Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan Bulog, stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Balikpapan terus dikawal secara ketat. Kehadiran Satgas Pangan di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata negara dalam memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, serta masyarakat terlindungi dari gejolak harga yang tidak wajar.
Red//Hmd/















